MUI Tegaskan Samyang, U Dong dan Kimchi Tak pernah Daftar Sertifikasi Halal!

0
403
Copyright ©Kumparan

MUI Tegaskan Samyang, U Dong dan Kimchi Tak pernah Daftar Sertifikasi Halal!

Indowarta.com – Telah lama beredar di Tanah Air, baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan beberapa produk mie instan asal Korea Selatan yang mengandung ‘babi’. Padahal mie instan ini sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat terutama penggemar makanan pedas.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Produk (BPOM) menyatakan mie instan asal Korea Selatan, yakni Samyang (U-Dong) dan Samyang (rasa Kimchi)  positif mengandung fragmen ‘babi’ dan ditarik oleh BPOM.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, produk ini memang tidak mendapatkan dan mengajukan sertifikasi halal. Sontak hal ini mengejutkan masyarakat yang baru mengetahui akan kandungan yang terdapat dalam mie yang identik dengan rasa pedas ini.

Baca Juga Terapkan Menu Makanan Sehat Ketika Buka Puasa Sampai Sahur!

Produk mie yang dinyatakan mengandung fragmen ‘babi’ itu yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

Copyright ©Ist

Sehingga BPOM meminta penarikan produk mie asal Korea itu lantaran mengandung fragmen ‘babio’. Menurut Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, produk mie itu juga tak bekerjasama dengan MUI untuk mendapatkan labeb halal.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa produk mie Samyang sudah mendapatkan nomer makanan luar negeri dari BPOM, sehingga mereka sudah diberikan masuk ke Indonesia oleh BPOM.

Baca Juga Berita Terkini: Pabrik Makanan Bayi Bebiluck Kena Grebek Tim Gabungan, Produsen Bantah Produknya Mengandung Bahan Berbahaya !

Menurutnya, seharusnya pada produk mie Samyang itu diberikan label ‘babi’ jika memang mengandung fragmen babi. Jika produk itu tidak mengandung fragmen babi, maka dalam kemasan diberikan label halal.

Terkait dengan mekanisme intuk mendapatkan label halal, produk mie itu harus melengkapi dokumen. Setelah itu MUI melakukan pmeriksaan pabrik ke Korea dan kemudian MUI memutuskan untuk memberikan label halal atau tidak.

BPOM sendiri mengaku telah memerintahkan importer untuk menaik keempat produk tersebut dari pasar. Selain itu BPOM juga memerintahkan Balai Besar dan balai POM untuk mengawasi peredaran keempat produk tersebut.

Badan POM juga terus mengimbau pelaku usaha agar menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya. Masyarakat diharapkan apat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Baca Juga Berita Hari Ini : Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung Akhirnya Gerebek Parbrik Snack Bikini di Depok !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here