Penjelasan Badan BPOM Soal 2 Samyang yang Diduga Mengandung Babi!

0
198
samyang
Copyright ©kompas

Penjelasan Badan BPOM Soal 2 Samyang yang Diduga Mengandung Babi!

Indowarta.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menemukan sempat produk mi instan produksi Korea yang mengandung daging babi. Samyang orang menyebutnya dipastikan mengandung fragmen DNA Babi. Produk mi instan itu kini sudah beredar luas di pasaran karena sudah melawati proses registrasi BPOM.

BPOM mengaku lengah sehingga membuat Samyang mengandung daging babi masuk dan sudah diperjualan di tanah air. Produk mi Samyang yang akan tarik kembali yakni Samyang mi instan U-Dong, Samyang rasa Kimchi, Samyang rasa Shin Ramayun Black dan Samyang rasa Ottogi Yeul Ramen.

Kepala BPOM Penny Kumastuti mengaku ada sejumlah ketentuan yang tidak ditepati oleh importer produk mi instan tersebut. Produsen pembuat mi instan ini tdiak memberikan label halal dan tidak menjelaskan jika produk itu mengandung bahan babi.

‘Kami menemukan ketentuan yang tidak sesuai dengan paa yang ada pada saat registrasi. Jika produk mengandung daging babi harus dijelaskan dan diterjemahkan jika memang benar menggunakan daging babi’ ujar penny saat ditemui pada Senin,19 Juni 2017.

samyang
Copyright ©murahgrosir

Punny menuturkan jika Samyang yang didapati mengandung daging babi tidak terdapat tulisan atau gambar babi yang tertera pada kemasan. Padahal itu perlu dan sudah masuk dalam aturan supaya konsumen dapat menangkap informasi lebih cepat.

Kemduian juga disampaikan oleh pihak BPOM jika kententuan pemisahan produk yang mengandung daging babi harus dilakukan. Ini merupakan langkah yang diambil dan dalam setiap proses supremarket harus melakukannya ke setiap produk khususnya produk impor.

‘Saat registrasi dilakukan harus ada persetujuan dari BPOM serta Importir. Kami akan memprsilahkan mereka yang memiliki izin edar, namun importir dan produsen harus mematikan agar masyarakat mengkonsumsi seuai dengan mutu.

Terkait dengan temuan ini BPOM akan menarik izin edar Samyang kepada importer. Kemduian juga diminta kepada Kepala BPOM di seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan pengecekan di sejumlah pasar, toko maupun supermarket. Dan jika menemui mi jenis tersebut langsung dilakukan penyitaan produk.

Namun Panny mengatakan banyak langkah yang harus diperbaiki kedepannya untuk melindungi konsumen tanah air dari barang impor. Dengan kejadian ini dia mengunggkapkan jika pemberian kepercayaan kepada Importir saat registrasi tidak bisa diberikan dengan mudah.

baca juga: Alami Gangguan Jiwa, Vionina Magdalena Dapat Sewa Apartemen Mewah Darimana?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY