Berita Terkini: Jokowi Batalkan Program Full Day School!

1
2313
jokowi
Copyright©okezone

Jokowi Batalkan Program Full Day School!

Indowarta.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membatalkan kebijakan full day school  yang sebelumnya digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Keputusan tersebut diambil setelah memanggil Muhadjir dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma’ruf Amin ke Istana, Senin (19/6).

Usai melangsungkan pertemuan tersebut, Ma’ruf yang didampingi Muhadjir menggelar jumpa pers mengumumkan pembatalan full day school tersebut.

Dalam jumpa pers itu Ma’ruf mengatakan bahwa Jokowi  telah merespon aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang menjadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Maka dari itu Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu.

WAJIB BACA :  Ketika Jokowi Panggil Anies Baswedan Dengan Sebutan Rekan!

Baca Juga Berita Hari Ini : Full Day School Diusulkan Oleh Mendikbud, Ini Alasannya !

Kebijakan full day school yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 akan diganti dengan peraturan presiden. Selanjutnya, Jokowi akan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk meminta masukan dalam menyusun aturan tersebut.

Copyright© Kompas

Termasuk ormas Islam seperti MUI, PBNU dan Muhammadiyah. Presiden juga berjanji akan melakukan penguatan terhadap posisi Madrasah Diniyah.

Selama sesi jumpa pers itu hingga tanya jawab berlangsung, hanya Ma’ruf yang bicara dan menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh wartawan. Sementara Muhadjir hanya berdiri mendampingi Ma’ruf dan tak mengeluarkan pernyataan apapun.

Seperti yang telah diketahui, sebelumnya kebijakan full day school yang mengubah waktu sekolah menjadi 5 hari dan 8 jam per hari mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan, termasuk dari ormas PBNU.

WAJIB BACA :  Ketika Jokowi Panggil Anies Baswedan Dengan Sebutan Rekan!

Baca Juga Berita Terkini : Angka Kekerasan Masih Tinggi, Full Day School Belum Layak Dijalankan !

PBNU meminta kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan kebijakan full day school tersebut. hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pada Kamis 15 Juni 2017.

Dia beralasan, tidak semua anak didik mengalami masa sendirian di rumah untuk menantikan orang tua mereka yang tengah bekerja. Sehingga menurutnya penerapan full day school itu merupakan langkah yang keliru.

Seperti yang telah diketahui, sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan program belajar delapan jam sehari, program tersebut berlaku bagi semua jenjang sekolah, mulai SD hingga SMA.

WAJIB BACA :  Ketika Jokowi Panggil Anies Baswedan Dengan Sebutan Rekan!

Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan program belajar delapan jam sehari dinilai baik untuk penguatan karakter tiap pelajar. Secara umum ini penunjang ekstrakulikuler, memanfaatkan yang di dalam dan di luar sekolah.

Baca Juga Berita Hari Ini : Begini Tanggapan Mantan Menteri Anies Baswedan Tentang Full Day School !

1 COMMENT

  1. Apa dgn sekolah 8 jam sehari lantas kualitas anak didik jadi meningkat. Yg ada anak jadi stress. Anak juga perlu bermain. Apalagi mata pelajaran yg banyak serta materi yg bahkan tdk ada gunanya & tdk terpakai saat bekerja juga di ujian kan. Sbg contoh bagi sy pribadi, matematika yg dipelajari dgn segala macam rumus pd akhirnya saat kerja yg digunakan tak lebih dr x : + –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here