Terkait Kasus Tanah, Sandiaga Uno Kembali dipanggil Polisi!

0
408
Sandiaga Uno
Copyright ©detik

Terkait Kasus Tanah, Sandiaga Uno Kembali dipanggil Polisi!

Indowarta.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno kembali dipanggil setelah mendapat surat panggilan dari Penyidik Polda Metro Jaya. Pemanggilan Sandiaga ini terkait dengan kasus dugaan penggelapan tanah dengan nilai Rp 8 miliyar di kawasan Curug, Tangerang.

Sandiaga Uno akan dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi untuk terlapor Andreas Thahjadi. Pemeriksaan akan mulai dilakukan oleh tim penyidik pada Senin, 20 Juni 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya Sandi sendiri juga sempat dipanggil untuk menjadi saksi dalam kasus tanah yang diduga melibatkan dirinya.

Pasangan Anies Baswedan ini mengaku telah menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya. Namun dia menyatakan tidak bisa memenuhi panggilan tersebut karena memiliki agenda lain yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari sejak dua bulan yang lalu.

‘Sudah saya terima, tapi sayangnya saya tak bisa menghadirinya karena bersamaan dengan jadwal pertemuan di luar kota yang sudah direncanakan sekitar dua bulan yang lalu’ ujarnya di Jakarta pada Senin, 2017.

Sandiaga Uno
Copyright©tempo

Sandiaga Uno mengungkapkan jika dirinya akan memenuhi panggilan dari pihak Poda Metro Jaya tersebut jika pengacaranya sudah siap mendampingi. ‘Tapi jangan khawatir sebagai warga negara yang baik kami akan datang. Kami pasti akan memenuhi panggilan tersebut’ sambungnya.

Sementara itu cukup diketahui jika kasus dugaan penggelapan tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang itu teradi beberapa tahun yang lalu. Sandiaga sendiri dilaporkan oleh seorang yang bernama Andreas Tjahjadi karena diduga ikut andil dalam kasus tanah yang dilakukan oleh rekan bisnisnya yang bernama Djoni Hidayat.

Andreas melaporan Sandi melalui kuasa hukumnya, P.Parulin dan menyatakan jika tanah tersebut merupakan milik PT Japirex. Sedangkan PT Jafirex sendiri merupakan perusahaan  industri yang mengolah rotan.

Sandiaga Uno dalam perusahaan tersebut menjabat kala itu sebagai Komisisaris Utama. Direktahui jika petinggi Japirex memutuskan untuk melukuidasi perusahaan pada tahun 1992 yang membuat beberapa aset perusahaan harus dijual. Sempat ada pihak lain yang mengaku sebagai pemilik tanah yang dijual oleh tim indikator Japirex. Hingga saat ini kasus ini belumlah selesai dan masih menunggu kesaksian dari sejumlah pihak termasuk Sandiaga.

baca juga :Bareng Prabowo, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Soal Isu Timur Tengah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here