Benarkah Full Day School Untuk Penuhi Tunjangan Sertifikasi 69.931 Guru?

0
648
Full Day School
Copyright©lensaindonesia

Benarkah Full Day School Untuk Penuhi Tunjangan Sertifikasi  69.931 Guru?

Indowarta.com– Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan (Kemendikbud) ini telah menyebutkan bahwa sekolah seharian atau delapan jam sehari dalam lima hari atau yang disebut juga dengan Full Day School ini akan mempermudah guru untuk memenuhi kewajiban jam mengajarnya.

Baca Juga Berita Terkini: Kemendikbud Pastikan UN SMP 2017 Siap Dilaksanakan!

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemedikbud Sumarna Surapranata di Jakarta pada hari Senin 19 Juni 2017 ini telah mengatakan “Dengan sekolah lima hari tersebut guru tidak perlu mencari tambahan mengajar ke sekolah lain untuk memenuhi kewajiban jam mengajar”.

Berdasarkan dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 19/2017, kewajiban guru mengajar menjadi 40 jam kerja dalam sepekan. Hal tersebut akan berlaku pada saat tahun ajaran baru nanti.

Full Day School
Copyright©cornelioaniceto

Guna bisa memenuhi 40 jam kerja tersebut, guru tidak akan hanya mengajar saja, namun juga akan melaksanakan, merencanaan merencanakan pembelajaran, melaksanakan/tatap muka pembelajaran, menilai, membimbing, dan melaksanakan tugas tambahan atau 5M. untuk pelaksanaan dari 5M sendiri akan terbagi lagi menjadi tiga kategori yakni intrakurikuler, kokurikuler dan juga ekstrakurikuler.

Baca Juga Mendikbud Minta Anak Didik Punya Daya Saing Tinggi Saat Peringati Hardiknas hari ini!

Tidak perlu mengajar di tempat lain kalau kondisi tidak terpenuhi atau kekurangan. Guru hendaknya berkonsentrasi mengjaar di satu tempat saja. Kekurangan jam bisa dilakukan dengan mengajar pendidikan karakter ataupun kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan juga ekstrakurikuler.

Pada saat ini, petunjuk teknis dari PP No. 19/2017 tentang Revisi Beban Kerja Guru. Dalam Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah wajib mengajar 40 jam kerja per pekan tengah disusun oleh Kemendikbud.

Untuk pemenuhan jam kerja ini akan dibahas antara kepala sekolah dengan dinas pendidikan setiap daerah. Tidak hanya itu saja, kegiatan seperti menjadi pembina pramuka, PMR guru piket, pembina OSIS dan yang lainnya ini juga akan dihitung juga. Kebijakan ini akan memudahkan dan membuat para guru ini lebih berkonsentrasi untuk mengajar.

Sumarna merasa optimis bahwa Full Day School akan bisa mengatasi masalah guru yang masih belum tersertifikasi. Sebanyak 1.429.993 guru ini sudah tersertifikasi dan sebanyak 69.931 orang atau 2,5 persen ini masih belum terbit SK sertifikasinya karena masih belum memenuhi syarat.

baca juga : 

Kemendikbud Tegaskan Penerapan Sistem Sekolah 8 Jam Sehari Akan Diberlakukan Secara Bertahap!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here