Postingan di FB Anak Perempuan Berujar Kebencian Tersebut Adalah Hoax!

0
680
Copyright ©Facebook

Postingan di FB Anak Perempuan Berujar Kebencian Tersebut Adalah Hoax!

Indowarta.com – Baru-baru ini publik dikejutkan dengan sebuah captured postingan Facebook (FB), pasalnya dalam captured tersebut tampak seorang anak perempuan yang mengenakan jilbab yang hanya mempelihatkan bagian mata.

Gambar tersebut seolah mengekspresikan kebencian trhadap sejumlah tokoh nasional dengan memegang senjata tajam, selain itu di situ juga disebutkan bahwa sang anak melakukan hal itu tanpa diajari.

Screenshoot postingan FB itu beredar ke sejumlah nomor aplikasi pesan WhatsApp (WA) para aktivis perlindungan anak dan membuat mereka mengecam hal tersebut pada Sabtu 17 Juni 2017 sore. Apalagi gambar dan teks di postingan FB itu, seolah dibuat sebagai ungkapan kebanggaan seorang ayah kepada bocah perempuan tersebut.

WAJIB BACA :  Video Clickbait di FB Akan Dihalangi Peredaranya!

“Calon Mujahidahku Khansa Shofia Zain, kecil2 tanpa diajar udah berani dan bisa bilang gorok Ahok, tembak jokodo,” isi tulisan dalam capture postingan tersebut.

Copyright ©Facebook

Beredarnya screenshoot postingan Facebook yang membuat miris yang dikirimkan ke sejumlah nomor WA aktivis perlindungan anak itu di ungkapkan oleh Kepala Bidang pemenuhan Hak Anak lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel, pada Satu (17/6) malam.

“Sebuah captured postingan FB masuk ke WA saya sekitar dua jam lalu. Gambarnya adalah anak perempuan cilik berjilbab yang disebut-sebut mampu mengekspresikan kebencian tanpa pernah diajari. Postingan tersebut seolah dikirim sebagai ungkapan kebanggaan dari ayah si anak tersebut,” kata Reza yang juga dikenal sebagai Pakar Psikologi Forensik.

WAJIB BACA :  Video FB Paskibraka Terobos Lumpur Demi Kibarkan Bendera Merah Putih Ini Bikin Trenyuh!

Menurut Reza, pesan captured serupa juga masuk ke WA para aktivis perlindungan anak lainnnya melalui laporan dari warga dan rekan mereka. Sontak pesan tersebut berhasil memunculkan efek provokatif.

Lantaran merasa tak nyaman akan hal itu, Reza kemudian mencoba mengecek dan memastikan captured postingan FB tersebut ke polisi. Setelah di cek ke Krimsus, hasilnya ternyata postingan tersebut adalah hoax.

Kepastian atau kemungkinan bahwa itu hoax, datan dari polisi yang berdinas di Krimsus. Reza mengaku sangat mengecam pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan postingan Facebook tersebut.

Ia berharap semua masyarakat bisa lebih berhati-hati dan tidak termakan berita hoax. Menurut Reza, sikap kurang berhati-hati justri akan membuka ruang bully terhadap anak-anaak dan menjadi fitnah di kalangan tertentu.

Baca Juga Polres Tarakan Ringkus PNS yang Dianggap Menghina Polisi di FB!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here