Usai Tagih Pajak Google, Kini Menkeu Tagih FB!

0
880
Facebook
Copyright©businessdayonline.com

Usai Tagih  Pajak Google, Kini Menkeu Tagih FB!

Indowarta.com– Kini giliran pajak perusahaan over the top (OTT) seperti Facebook dan Twitter setelah menagih utang pajak Google terhadap Indonesia. Hal ini karena perusahan internet atau teknologi itu telah berbisnis dan telah memperoleh penghasilan dari Indonesia sehingga telah memiliki kewajiban membayar pajak.

baca juga : Kenal Pria di FB dan Jadian, Perempuan Ini Diperas Menggunakan Foto Hot Si Gadis!

Hal ini telah diakui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia yakni Sri Mulyani Indrawati pada saat berbincang dengan wartawan di kantornya. Sri Mulyani menegaskan “Pada prinsipnya, kalau ada operasi di sini yang menghasilkan penerimaan, dia menjadi objek pajak”.

WAJIB BACA :  FB Messenger Dukung Foto dengan Resolsusi Tinggi!

Tidak pandang bulu baik; basus perusahaan ada di luar negeri maupun di dalam negeri, karena bisnis yang telah dilakoni seperti media sosial Fb dan Twitter ini telah menghasilkan pundi penerimaan yang telah menjadi objek wajib pajak membayar pajang penghasilan badan.

Sri Mulyani

Sri Mulyani menjelaskan “Subjeknya mau di luar negeri atau di dalam negeri, tidak jadi soal karena dia men-generate satu objek pajak baru. Kalau nanti kebijakan dari Menkominfo yang mengharuskan mereka jadi subjek pajak di Indonesia karena aktivitas di Indonesia, mereka jadi Bentuk Usaha Tetap (BUT)”.

Selama ini, pemerintah telah mengaku bahwa banyak sekali perusahaan asing di Indonesia yang tidak pernah menyetor pajak dengan segala macam dalih salah satunya adalah tidak mendaftarkan diri sebagai BUT. Padahal perusahaan seperti Google, Yahoo, Fb dan juga Twittern ini pun telah mmperoleh omzet dari jasa periklanan di Indonesia.

WAJIB BACA :  Tak Terima Habib Rizieq Shihab Dihina, Murid Polisikan Akun FB Ini!

baca juga : Irfan Lapor Polisi Lantaran Disebut di FB Tersangkut Analisabaladacintarizieq!

Kepala Kantor Wilayah Jakarta Khusus Ditjen Pajak Muhammad Haniv sebelumnya juga pernah membeberkan bahwa perusahaan-perusahaan raksasa internet tersebut tidak memenuhi ketentuan untuk membayar pajak meskipun ada jenis pajak yang mereka bayarkan.

Haniv mengatakan “Google, Facebook, Twitter dan Yahoo bayar pajak, tapi cuma PPh Pasal 21 dan 23 untuk orang lain, seperti karyawannya. Tapi untuk PPh Badan, tidak bayar sama sekali”. Terakhir ini Haniv sendiri telah mengaku bahwa Direktoran Jenderal pajak terus mengejar utan Pajak Fb yang telah diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Ditjen Pajak ini sudah meminta perusahaan yang terkait untuk menyerahakn transaksi keuangannya.

WAJIB BACA :  Tak Terima Habib Rizieq Shihab Dihina, Murid Polisikan Akun FB Ini!

Haniv mengatakan “Facebook dan Google yang kita incar sekarang karena banyak iklannya. Sementara iklan di Twitter sudah berkurang”. Haniv telah menjelaskan bahwa Ditjen Pajak ini telah meminta kepada pihak Fb atau data transaksi keuangannya dari orang pribadi yang mengiklankan produk maupun jasanya di dalam Fb.

baca juga : 

Polres Tarakan Ringkus PNS yang Dianggap Menghina Polisi di FB!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here