Viral Gaj Ahmada, Begini Penuturan Penulis Majapahit Kerajaan Islam!

0
544
Copyright ©Liputan6

Viral Gaj Ahmada, Begini Penuturan Penulis Majapahit Kerajaan Islam!

Indowarta.comGajah Mada , panglima perang dan tokoh yang angat berpengaruh di Kerajan Majapahit yang notabene merupkan kerajaan Hindu, belakangan ini menjadi viral dan ramai dibahas netizen. Pasalnya Gajah Mada disebut-sebut beragama Islam.

Isu tersebut mendadak ramai berawal dari buku yang berjudul Fakta Mengejutkan: Majapahit Kerajaan Islam. Sang penulis, Herman Sainung Janutama akhirnya angkat bicara melalui sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh pemilik akun Patih Dadjah Mada pada 19 Juni 2017 itu, Herman menjelaskan metode penulisan dalam buku itu, saat dia ‘diadili’ di Kantor Muhammadiyah Kota Yogyakarta berkaitan dengan isu viral Gaj Ahmada.

Herman menjelaskan, dalam Mardi Kawi ada tata cara menulis, membaca, serta menerjemahkan symbol. Menurutnya, metodologi penulisan bukunya solid lantaran cara ini sudah digunakan sejak ratusan tahun yang lalu.

Copyright ©Sidomi

Herman kemudian mencontohkan pnulisan dua suku kata Kawi digabungkan menjadi satu, yang ditengahnya terdapat suku kata yang sama, maka salah satunya harus dilebur.

“Itu namanya Garbah. Misalnya, Kusuma Mangku, maka saya hanya akan menuliskan Kusumangku. Nusa, Anta, Tara, maka akan saya gabungkan Nusantara,” kata dia dalam video berdurasi 3 menit 22 detik itu.

Kemudian pada video lain yang berjudul ‘ Metode Penulisan Sejarah Gajah (Ah)mada, herman mengatakan apapun sumber Informasi yang diperoleh akan dia terima, kemudian akan dia buktikan melalui penelitian an survei.

Herman juga menegaskan pnulisan buku ini juga menggunakan metodologi yang jelas. Dia mengklaim tidak mungkin menulis buku ini hanya sekadar mencari sensasi atau viral di media sosial saja.

Seperti yang telah diketahui, beberapa waktu terakhir media sosial dihebohkan dengan nama dan sejarah Patih Kerajaan Majapahit Gajah Mada menjadi Gaj Ahmada. Perbedaan pendapat juga mencuat terkait dengan Kerajaan majapahit yang merupakan kesultanan Patih Gajah Mada yang beragama Islam.

Kepala Jurusan Sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Sri Margana yang juga seorang sejarawan mengatakan tulisan dalam buku tersebut sudah diklarifikasi oleh penulisnya. Tidak ada sebutan awal Gaj Ahmada sebelumnya.

Soal kontroversi Gaj Ahmada tersebut, Margana mengaku tidak mau terlibat lebih jauh. Namun ia menyimpulkan bahwa tulisan yang ada di buku Herman itu adalah sebuah sejarah semu.

Baca Juga Geger Sejarah, Benarkah Gajah Mada Adalah Syaikh Gaj Ahmada?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here