Berkaca Pada Jet Airways, Inilah Resiko Ibu Hamil Melahirkan Di Pesawat!

0
710
Copyright ©Kabarin

Berkaca Pada Jet Airways, Inilah Resiko Ibu Hamil Melahirkan Di Pesawat!

Indowarta.com – Seorang ibu hamil menunjukkan tanda-tanda segera melahirkan saat dalam perjalanan dari Arab Saudi ke India pada 19 Juni 2017 lalu. saat itu pesawat masih mengudara dan belum saatnya mendarat. Penerbangan Jet Airways yang tadinya betujuan ke Kochi, akhirnya mengubah rutenya ke bandara terdekat di Mumbai.

Namun rupanya sang bayi tak sabar menunggu pesawat mendarat. Dengan bantuan awak kabin dan seseorang yang kebetulan seorang perawat. Si ibu itu akhirnya melahirkan di pesawat. Ibu dan bayi dilaporkan selamat meski lahir prematur. Setelah tiba di bandara, keduanya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Meski mengganggu penerbangan dan jadwal para penumpang, bayi prematur itu mendapatkan hadiah khusus dari maskapai berupa penerbangan gratis kemanapun, seumur hidup. Ini merupakan kali pertama ibu melahirkan di pesawat Jet Airways.

Baca Juga Tidur Telentang Berbahaya Bagi Ibu Hamil?

Meski mengharukan dan mendapatkan hadiah yang cukup spesial, namun melahirkan di pesawat sebaiknya dihindari. Maskapai sebenarnya menghindari kejadian seperti ini. Masing-masing maskapai memiliki aturan tersendiri tentang penumpang yang tengah hamil.

Copyright ©ibtimes

Di Citilink misalnya, penumpang yang usai kehamilannya antara 32 hingga 35 minggu hanya boleh melakukan penerbangan tidak lebih dari tiga jam. Sementara mereka yang hamil 35 minggu tak diperbolehkan terbang sama sekali.

Di Jet Airways, aturannya memang lebih longgar. Batas maksimum tidak boleh terbang mencapai 38 minggu. Padahal di usia 38 minggu, janin sudah dikatakan cukup bulan atau siap dilahirkan.

Melahirkan di pesawat memang lebih berbahaya sebab awak kabin tak terlatih untuk membantu proses persalinan. Jadi jika hal tersebut terjadi, yang dilakukan awak kabin adalah mencari penumpang yang berpengalaman sebagai tenaga medis. Sehingga sangat bahaya jika tak satupun dari penumpang yang bekerja sebagai dokter atau perawat.

Baca Juga Berita Terkini: Wanita Melahirkan Di Trotoar Malang Ini Bikin Heboh Hingga Beredar Video Youtube Detik Detik Persalinan !

Risiko lain melairkan di pesawat yakni jika muncul komplikasi-komplikai selama melahirkan yang menuntut peralatan medis lengkap. Pesawat terbang sudah pasti tidak dilengkapi degan peralatan yang mumpuni. Penanganan yang seadanya untuk komplikasi saat melahirkan sudah pasti akan berbahaya bagi kondisi bayi dan ibunya.

Jika persalinan diyakini tidak berakhir selamat dalam penerbangan, awak kabin akan meminta pesawat dialihkan untuk pendaratan darurat agar penumpang yang hamil bisa segera dilarikan ke rumah sakit. Pendaratan darurat itu merupakan langkah terakhir.

Pilot sendiri biasanya mencoba untuk menghindari pengalihan pendaratan sebisa mungkin. Sebab biaya pengalihan ini cukup mahal. Belum lagi nasib para penumpang lain yang terganggu jadwalnya. Jadi dari pada menghadapi berbagai kemungkinan buruk dari melahirkan di pesawat, alangkah baiknya untuk menunda perjalanan saat usia kehamilan tua.

Baca Juga Tips Mudik Untuk Ibu Hamil Agar Tetap Nyaman dan Kandungan Tetap Sehat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here