Posisi Sulit NU dan Muhammadiyah Dalam Polemik Soal Full Day School!

0
381
Full Day School
Copyright ©kanal aceh

Posisi Sulit NU dan Muhammadiyah Dalam Polemik Soal Full Day School!

Indowarta.com – Presiden RI Joko Widodo atau sering disapa Jokowi akan menata ulang delapan jam dalam sehari dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Peppres). Hal tersebut dilakukakn agar dapat menampung aspirasi dari masyarakat termasuk NU dan Muhammadiyah mengenai penerpan Full Day School.

Jokowi turun tangan terkait dengan polemik penerapan sekolah delapan jam sehari atau Full Day School yang telah diatur dalam Perturan Menteri pendidikan dan kebudaayaan (Permendikbud) nomor 23 tahun 2017.  Presiden nantinya akan melakukan pentaan ulang dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Peppres) untuk landasan hukum.

Guna membahas mengenai penerapan sekolah 8 jam sehari pada 5 hari dalam seminggu ini Jokowi melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait pada Senin, 19 Juni 2017 di Istana Negara. Dalam peretemuan tersebut juga dipanggil Menteri Penidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi dan KH Ma’ruf Amin selaku Ketua Majeis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam pertemuan ini membahas mengenai polemik penerapan program Full Day School yang sampai saat ini belum disepakati. Ma’ruf Amin mengungkapana jika Presiden nantinya akan melakukan penataan ulang terjhadap atauran ini dan menigkatkan regulasinya dari Peraturan Menteri (Permen) menjadi Peraturan Presiden (Peppres).

Full Day School
Copyright ©media Indonesia

Ma’ruf Amin juga mengatakan jika  dalam penataan program kegiatan belajar lima hari itu nantunya akan melibatkan sejumlah menteri yang berkaitan serta juga akan dihadirkan sejumlah masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat juga akan menyampaikan apa yang diinginkan mereka.

Penyusunan regulasi baru ini dipastikan Jokowi akan melibatkan semua pihak mulai dari Kemendikbud, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah ormas seperti Nahdlatul Ulama  (NU) dan Muhammadiyah.

Mengenai persoalan banyak dibahas dalam regulasi nanti dan tidak hanya terbatas mengatur waktu lamanya pemebelajaran sekolah namun akan dibahas secara menyeluruh. Nantinya juga akan ditampung aspirasi yang berkembang di masyarakat sehingga penerapan ini nantinya dapat diterima dan tidak menjadi polemik.

Menegnai peerapan Full Day School membuat NU dan Muhammadiyah bingung menanggapinya. NU dengan tegas menolak penerapan program tersebut  karena dianggapnya nanti banyak lembaga pendidikan yang akan mendapat dampak buruk.

Berbeda dengan NU  yang menolak, Muhammadiyah justru mendukung Mendikbud Nomor 23 2017 tersebut. Bahkan Pemimpin pusat (PP) Muhammadiyah mengaku akan menerapkan kebijakan pemerintah terkait skeolah 8 jam sehari selama 5 hari dalam satu minggu akan dilakukan oleh ormas islam.

baca juga :Muhammadiyah Berharap Jokowi Tak Batalkan Full Day School!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here