Jaksa Berani Sebut Nama Besar Dalam Sidang Tuntutan Terdakwa Kasus E KTP?

0
486
Kasus E KTP
Copyright©netralnews

Jaksa Berani Sebut Nama Besar Dalam Sidang Tuntutan Terdakwa Kasus E KTP?

Indowarta.com– Mantan Pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri yakni Irman dan juga Sugiharto ini akan menghadapi tuntutan dari jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada hari Kamis 22 Juni 2017. Mereka berdua merupakan terdakwa dari kasus E KTP.

baca juga : Mantan Menteri Gamawan Fauzi Kembali Diperiksa KPK Soal Kasus E KTP!

Kini Jaksa KPK ini sudah menyelesaikan pemanggilan saksi-saksi untuk kedua terdakwa terkait dengan kasus E KTP. Berdasarkan dari saksi yang sudah dihadirkan, banyak juga nama besar, dari anggota DPR hingga Mendagri yang telah memberikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor.

Kebanyakan dari mereka telah disebut namanya di dalam dakwaan telah menerima aliran dana dari hasil bancakan proyek pengadaan E KTP yang telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun sebelum para sakai dihadirkan.

Kasus E KTP
Copyright©klimg

Kebanyakan beberapa nama besar itu pun tidak mengakui mengenai penerimaan aliran dan juga proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Walaupun begitu, jaksa KPK ini telah mengaku bahwa mereka mempunyai bukti penerimaan uang baik dari Irman maupun Sugiharto dan juga pihak yang lainnya yang terkait dengan pengadaan itu.

baca juga : Berita Terkini: Bahas Soal Pilpres 2019, Golkar Makin Solit Semenjak Setya Novanto Terlibat E KTP!

Di dalam tuntutan yang akan dibacakan oleh Jaksa KPK ini, akankah beberapa nama besar itu akan disebutkan kembali? Beberapa nama yang sempat disebutkan oleh jaksa KPK yang telah diduga menerima aliran dana kasus E KTP di antaranya adalah Melcias Markus Mekeng USD 1,4 juta, Olly Dondokambey  USD 1,2 juta, Tamsil Linrung USD 700 ribu.

Selanjutnya adalah Mirwan Amir USD 1,2 juta, Setya Novanto Rp 574 miliar, Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar, Ganjar Pranowo USD 520 ribu, Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR RI USD 1,047 juta.

Lalu ada juga Miryam S Haryani USD 23 ribu, Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu, Yasonna Laoly USD 84 ribu, Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu, M Jafar Hafsah USD 100 ribu, Ade Komarudin USD 100 ribu, dan Marzuki Alie Rp 20 miliar.

baca juga : 

Berita Terkini: Terdakwa Kasus Korupsi E KTP Bagi Bagi Rp 10 Juta Ke 5 PNS Kemendagri!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here