Pasca Ledakan Bom Di Kampung Melayu, Densus 88 Sudah Tangkap 41 Terduga Teroris!

0
288
densus 88

Pasca Ledakan Bom Di Kampung Melayu, Densus 88 Sudah Tangkap 41 Terduga Teroris!

Indowarta.com– Detasemen khusus 88 antiteror atau Densus 88 Polri ini telah melakukan bberapa penindakan terhadap kelompok teroris setelah adanya ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur yang telah terjadi pada tanggal 24 Mei 2017 yang lalu.

baca juga : Sebuah Bintang Raksasa Tiba Tiba Menghilang, Apa yang Terjadi?

Hinga saat ini terdapat 41 terduga teroris yang telah berhasil ditangkap terkait dengan beragam tindak pidana terorisme yang tidak hanya terkait dengan peristiwa di Kampung Melayu saja.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Kamis 22 Juni 2017 ini telah mengatakan “Dalam tiga minggu terakhir, Densus 88 tangkap 41 orang. Dalam pemeriksaan, setelah dipelajari dan dianalisis, lima dipulangkan, 36 orang tersangka”.

densus 88

Densus 88 sendiri telah berhasil menagkap sebanyak 14 terkait dengan bom di Kampung Melayu tersebut. 14 orang tersebut terdiri dari 12 laki-laki dan dua orang perempuan. Setelah dilakukan pemeriskaan, llima diantaranya sudah dibebaskan. Sementara itu sembilan orang yang lainnya ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

baca juga : Serba Serbi Mengenai Sosok Fenomenal Zakir Naik, Mulai Dari Pengikut Hingga Penentang!

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan “Sedangkan tersangka lainnya afiliasi jaringan yang ada. Apabila tidak dilakukan penangkapan, akan melakukan aksi yang sama”. Adapun rincian dari penangkapan teroris ini selain bom Kampung Melayu yakni tujuh orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme, lalu lima orang terkait dnegan pengiriman foreign terrorist fighter ke luar negeri dan juga mendanai mereka, serta 15 orang yang terkait dnegan pencegahan aksi teror.

Setyo telah mengatakan bahwa penangkapan dari 15 orang tersebut karena ada informasi intelijen bahwa mereka akan melakukan aksi terorisme di bulan Ramadhan. Yang telah menjadi target utama mereka adalah polisi.

Setyo mengatakan “Di mana yang terungkap di Bima yang akan serang Polsek, di Jawa Barat juga akan serang Polsek dan tembak polisi”. Setyo mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan upaya dari antisipasi atau preventive strike. Dengan begini, aksi yang telah mereka rencanakan ini tidak berhasil terwujudkan.

baca juga : 

Berita Terkini: Begini Kronologis Ledakan di Konser Ariana Grande yang Tewaskan 19 Korban!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here