Diperkanalkan Oleh Sunan Kalijaga, Makna Ketupat Adalah ‘Mengakui Kesalahan’!

    0
    631
    Copyright ©iStock

    Diperkanalkan Oleh Sunan Kalijaga, Makna Ketupat Adalah ‘Mengakui Kesalahan’!

    Indowarta.com – Rasanya, Hari Raya Idul Fitri terasa kurang lengkap tanpa adanya hidangan yang bernama ketupat. Ya, ini adalah salah satu makanan khas saat lebaran dan biasanya disajikan dengan opor ayam maupun hidangan bersantan lainnya.

    Dari sisi bentuknya, F.G Winarno, pakar Ilmu teknologi Pangan dari ITB mengungkapkan ketupat tak hanya berbentuk wajik, namun ada pula yang berbentuk persegi panjang, mirip mulut bebek hingga seperti untaian rambut yang dikepang.

    Ketupat atau yang dalam tradisi Sunda dan Jawa disebut kupat memang sangat identik dengan Idul Fitri meski kadang juga diasosiasikan dengan perayaan Idul Adha. Di mana ada ucapan selamat Idul Fitri, hampir bisa dipastiakan tertera gambar ketupat. Penyajian makanan ini pada hari raya ternyata menyimpan banyak makna.

    Baca Juga Polda Jatim Siap Terjunkan 12 Ribu Personil Amankan Hari Raya Idul Fitri!

    Salah seorang tokoh Wali Songo, Raden Said lah yang pertama kali memperkenalkan masyarakat dengan ketupat. Sunan yang mendapatkan julukan Sunan Kalijaga ini membudidayakan pelaksanaan 2 momen waktu yang disebut bakda yakni bakda lebaran dan bakda kupat.

    Copyright ©Wikipedia

    Bakda kupat sendiri dimulai sepekan sesudah lebaran. Pada hari yang disebut bakda kupat itu, di tanah jawa waktu itu, hampir di setiap rumah terlihat orang sedang menganyam ketupat dari daun kelapa muda.

    Setelah selesai dianyam, ketupat diisi beras kemudian dimasak. Ketupat tersebut lantas diantarkan kepada kerabat yang lebih tua sebagai lambang kebersamaan.

    Sedangkan dalam filosofi Jawa, ketupat lebaran bukanlah sekadar hidangan khas hari raya, namun juga memiliki makna khusus. Ketupat merupakan kependekan dari ‘ngaku lapat’ yang artinya meminta maaf dan ‘laku papat’ yang artinya empat tindakan. Selain itu ketupat juga memiliki filosofi lainnya yakni:

    Baca Juga Koleksi DP BBM dan Ucapan Idul Fitri 1438 Hijriah yang Musti Kamu Miliki!

    1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia

    Hal ini dapat terlihat dari rumitnya bungkusan atau anyaman kupat tersebut.

    1. Kesucian hati

    Setelah ketupat dibuka, akan terlihan nasi putih. Hal ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

    1. Mencerminkan kesempurnaan

    Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal itu dihubungkan denga kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa Ramadhan dan akhirnya merayakan Idul Fitri.

    1. Simbol permohonan maaf

    Karena ketupat biasanya kerap dihiankan dnegan lauk yang besantan, dalam pantun Jawa kadang disebutkan ‘Kupat santen’ yang artinya ‘Kulo lepat nyuwun pangapunten’ (saya salah mohon maaf).

    Baca Juga Sambut Lebaran, Inilah Berbagai Kata Kata Hari Raya Idul Fitri Biar Kamu Makin kekinian!

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY