Berita Hari Ini: FB dan Twitter Terancam Denda Rp 76 M Gara-Gara Gagal Atasi Hal Ini!

0
1090
FB
Copyright©kilatstorage

FB dan Twitter Terancam Denda Rp 76 M Gara-Gara Gagal Atasi Hal Ini!

Indowarta.com – Kali ini FB dan Twitter terancam dikenakan denda karena dianggap tak bisa atasi atau membasmi ujaran kebencian yang beredar di media sosial. Sebelumnya parlemen Jerman menegaskan menegnai aturan hukum yakni berupa denda yang diberlakukan ke perusahaan media sosial jika tidak membasmi ujaran kebencian selama 24 jam.

Dengan aturan hukum itulah perusahaan media sosial (medsos) seperti halnya facebook dan Twitter diwajibkan untuk menghapus konten negatif yang beredar. FB maupun twitter wajib menghapus konten berbau negatif atau ujaran kebencian 24 jam setelah diunggah ke platform masing-masing.

WAJIB BACA :  Viral di FB, Benarkah Film Naura & Genk Juara Lecehkan Islam?

Menurut informasi denda atau penalti yang diberlakukan jika melanggar aturan hukum ini mencapai 5,7 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 7,6 miliyar. Bukan hanya dituntuk untuk menghapus ujaran kebencian yang diunggah setelah 24 jam, namun media sosial juga diharuskan bisa menangani keluhan yang dialami oleh pengguna.

Parlemen Jerman, Budestag menyatakan jika aturan tersebut uga mengharuskan perusahaan menerapkan prosedur secara transparan dan efektif dalam menangani segala keluhan. Perusahaan media sosial juga dituntut selalu tersedia untuk penggunanya kapanpun da dimanapun.

FB
Copyright©tribun pekanbaru

Seperti diketahui jika media sosial FB dan yang lainnya sering kali menjadi wadah untuk menebar kebencian. Perusahaan sendiri dianggap belum bertindak secara signifikan untuk menghilangkan ujaran kebencian di platform-nya tersebut. Itulah yang membuat aturan hukum diberlakukan agar perusahaan lebih tanggap dalam mengatasi permasalahan yang dapat menimbulkan perpecahan ini.

WAJIB BACA :  Viral di FB, Oknum PNS Ini Kerap Masukkan Terong Sampai Timun Ke Kemaluan Istri!

Menteri Hukum Federal dan Perlindungan konsumen Jerman, Heiko Maas juga angkat bicara terkait hal ini. Dia mengatakan diberlakukannya aturan hukum ini untuk menghindari situasi yang mengarah ketakutan dan intimidasi yang sering dialami oleh masyarakat.

‘Tak bisa dipungkiri jika dalam masyarakat terbuka dan sebuah demokrasi terjadi perdebatan. Kebebasan berekspresi terkadang memunculkan ungkapan tajam dan itu akan berakhir ketika hukum pidana dimulai’ ujarnya.

Sementara itu perusahaan medsos sendiri sudah berupaya berperang melawan konten negatif selama berbulan-bulan. Uni Eropa sebenarnya telah mengakui Facebook, Twitter, Youtube dan Microsof sudah melakukan upaya yang baik dalam menghilangkan ujaran kebencian.

Cukup diketahui jika FB sendiri yang kini memiliki 2 iliar pengguna aktif telah menghapus 66 ribu unggahan ujaran kebencian setiap inggunya. Sedangkan juru bicara facebook menuturkan jika perusahaannya dan pemrintah Jerman memiliki tujuan yang sama yakni menghapuskan ujaran kebencian dan konten negatif.

Baca Juga :  Baru Kenal Lewat FB, Gadis Bawah Umur Ini Jadi Korban Pelampiasan Nafsu Seorang Pria!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here