BlackBerry Merah Putih Diproduksi di Indonesia, Begini Reaksi Menkominfo!

0
488
BlackBerry Merah Putih
Copyright©detik

BlackBerry Merah Putih Diproduksi di Indonesia, Begini Reaksi Menkominfo!

Indowarta.com– Menteri Komunikasi dan Informatika yakni Rudiantara telah memberikan apresiasi terhadap proses produksi Blackberry Merah Putih di Indonesia. Smartphone ini merupakan hasil produk dari joint venture PT BB Merah Putih (BBMP) yang telah terbentuk melalui kerja sama antara PT. Tiphone Mobile Indonesia dengan pihak Balckberry.

Baca Juga Harga Vivo V5s Dibadrol Sebesar Rp 3,8 Juta!

Sebelumnya perusahaan asal Indonesia yang lainnya yakni Elang Mahkota Teknologi atau EMTEK ini telah mendapatkan lisensi teknologi dari aplikasi perpesanan Blackberry Messenger. Rudiantara mengatakan bahwa dengan lisensi ini, sistem Blackberry Messenger atau yang sering disebut juga BBM ini akan bisa dioperasikan di Indonesia. Tidak hanya itu saja, menurut Rudiantara ini BBM juga harus menjadi aplikasi perpesanan Indonesia.

Rudiantara pada saat acara 4th Congress of Indonesian Diaspora di Kota Kasablanka, Jakarta yang digelar pada hari Sabtu 1 Juli 2017 ini telah mengatakan “EMTEK itu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan terakhir mengakuisisi BBM. Pertama, messaging system yang diambil alih, dioperasikan oleh EMTEK. Maka, begitu di-take over EMTEK, (BBM, red.) harus menjadi messenger Indonesia”.

BlackBerry Merah Putih
Copyright©selular

Lalu Rudiantara melanjutkan bahwa meskipun kini Blackberry sudah tidak lagi memproduksi ponsel lagi, kehadiran dari Blackberry Merah Putih yang kini tengah diproduksi di Indonesia ini diharapkan akan bisa menjadi salah satu pemacu industri ponsel di dalam negeri ini.

Rudiantara menegaskan “Dari sisi hardware harus diproduksi di Indonesia. BlackBerry tidak lagi memproduksi ponsel, tapi di Indonesia diproduksi BlackBerry Merah Putih dan itu menurut saya sangat positif”.

Baca Juga Vivo Siapkan Ponsel Pintar Bertajuk Vivo X9s Plus Dengan Kamera Selfie Ganda!

Sementara itu PT BB Merah Putih ini telah diperkirakan tidak akan beranjak dari pasar domestik saja. Namun VP Sales & Marketing Stanley Widjaja tidak mengubur sepenuhnya mengenai kemungkinan dari saling ‘menyerbu’ pasar masing-masing pemegang lisensi Blackberry.

Hanya saja Stanley telah menyebutkan bahwa Blackberry yang merupakan buatan non dalam negeri ini tidak akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Hal ini karena mereka harus menyesuaikan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen yang akan diterapkan pemerintah pada tahun ini.

baca juga : 

Karyawan Jarang Nongol, WordPress Terpaksa Tutup Kantor Megah Ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here