Aksi Boikot Starbucks Menggema, Begini Reaksi Aktivis LGBT

0
510
Boikot Starbucks
Copyright©bisniskeuangan

Aksi Boikot Starbucks Menggema, Begini Reaksi Aktivis LGBT

Indowarta.com – Kali ini seruan Boikot Starbucks terus bermunculan serta membuat banyak pihak pihak berkomentar. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah aktivis Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang terlihat bereaksi sisnis terkait dengan menggemanya seruan boikot kedai kopi asal Amerika Serikat (AS) Starbucks lantaran mendukung kaum LGBT.

Tanggapan mengenai Boikot Starbucks tersebut kembali muncul setelah Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ketidak seujuan mengenai produk kopi tersebut di tanah air. PP Muhammadiyah mendesak kepada pemerintah supaya mempertimbangkan kembali pencabutan izin Starbucks.

Aktivis pendidi Gaya Nusantara , Dede Utomo juga ikut memberikan tanggapan mengenai kejadian ini. Dia menilai jika hal tersebut bisa saja terjadi karena pihak pemboikot Starbucks sendiri merupakan dari homofobik dan transfobik. ‘Bukan kejutan lagi karena pihak pemboikot kan homofobik dan transfobik’ ungkapnya.

Menurutnya kasus memboikot merupakan sutu hal yang biasa dan sering terjadi pada sebuah negara yanag menganut sistem demokrasi. ‘Menurut saya sendiri itu memboikot yang tanggung, Bayak perusahaan yang juga mendukung hak LGBT tak hanya Starbucks saja’ sambungnya.

 Boikot Starbucks
Copyright©tribun kaltim

Dede menganggap jika Boikot Starbucks ini ada kaitannya dengan bisnis dan selera pasar, jadi dia meyerahkan sepenuhnya kepada konsumen. Dia mengatakan jika bisa saja konsumen mengabaikan  mengenai seruan boikot tersebut seperti Apple, Tim Cook dan gay.

Dia mengatakan jika segala macam dan bentuk seruan hanyalah sebuah ucapan atau tulisan saja serta tidak mengikat secara hukum. Dede menilai jika mengenai seruan boikot sebelum-sebelumnya juga tidak terlau mempengaruhi daya beli pasar. Dikatakannya jika seharusnya pemboikot lebih mawas diri dan lebih mengerti jika sejumlah perusahan besar semacam Starbuck mendukung hak LGBT merupakan bagian dari komitmen keberagaman.

Diketahui jika mengenai Boikot Starbucks disampaiakan oleh PP Muhammadiyah dan seruan untut memboikot tersebut langsung mendapat tanaggapan dari masyarakat. PP Muhammdiyah melakukan hal tesrebut karena khawatir jika sikap dan gaya hidup dai LGBT berkembang biak di negara Indonesia.

PP Muhammadiyah khawatir jika nantinya akhlak serta nilai moral bangsa akan luntur dan rusak. Dari alasan itulah Muhammadiyah menghimbau  pemerintah dan masyarakat agar segera melakukan sejumlah langkah untuk menyelamatkan kepentingan bangsa. Pihaknya meminta agar negara memboikot produk dari kopi asal negara Amerika Serikat tersebut.

baca juga : Gandeng Fadli Zon, Ahmad Dhani Ungkap Siap Bantu Anies-Sandi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here