Aksi Boikot Starbucks Ramai Gara-Gara Dukung LGBT, Begini Reaksi Keras Menteri Agama!

0
524
Copyright ©ABC News

Aksi Boikot Starbucks Ramai Gara-Gara Dukung LGBT, Begini Reaksi Keras Menteri Agama!

Indowarta.com – Perusahaan Starbucks terang-terangan mendukung adanya LGBT. Sontak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bereaksi terkait adanya dukungan terhadap LGBT itu.  Menurutnya, dukungan terhadap LGBT itu sangat tidak dibenarkan karena merujuk pada agama Islam, yang jelas-jelas LGBT dilarang.

“LGBT ini suatu tindakan oleh ajaran agama tidak dibenarkan,” ujar Lukman di gedung Kemenag, Jakarta pada Senin 3 Juli 2017.

Meski begitu, LUkman mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan kaum LGBT. Masyarakat harus merangkul sehingga orang-orang yang memiliki penyimpangan prilaku s*ksual itu bisa di obati agar kehidupan kedepannya bisa lebih baik.

Sekadar informasi, CEO Starbucks, Howard Schultz secara terang-terangan menukung pernikahan sejenis. Maka dari itu, di Indonesia pun muncul ajakan untuk boikot Starbucks. Sebelumnya PP MUhammadiyah menyatakan seruan untuk memboikot Starbucks.

Copyright ©REUTERS

PP Muhammadiyah khawatir bagaimana jadinya bangsa Indonesia kalau seandainya sikap dan gaya hidup LGBT tersebut berkembang biak di Tanah Air. Tentu akhlak dan moralitas bangsa akan ambruk dan rusak.

Maka dari itu, Muhammadiyah mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat agar melakukan langkah-langkah dan bertindak untuk menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara dengan melakukan boikot Starbucks.

Sementara itu, para aktivis LGBT berekasi sinis atas seruan boikot Starbucks lantaran mendukung kaum LGBT. Seruan ini kembali muncul setelah Pengurus Pusat (PP) MUhammadiyah mngeluarkan desakan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan pencabutan izin kedai kopi asal Amerika Serikat (AS) itu.

Seperti yang dikatakan oleh Aktivis Pendiri GAYa NUSANTARA, Dede Oetomo pada Senin (3/7), “Ya bukan kejutan sih, mereka (pihak pemboikot Starbucks) kan homofobik dan transfobik”.

Menurut Dede boikot-memboikot seperti boikot Starbucks ini adalah hal biasa di sebuah negara demokrasi. Namun menurutnya, alasannya itu yang bersifat antidemokrasi. Selain itu, boikot ini dirasa tanggung, pasalnya tak sedikit perusahaan yang mendukung hak-hak LGBT, bukan Cuma Starbucks saja.

Karena ini menyangkut soal bisnis dan selera pasar, maka Dede menyerahkan reaksi sepenuhnya pada para konsumen. Menurutnya, segala bentuk seruan hanyalah seruan dan tidak mengikat secara hukum. Melihat seruan-seruan boikot sebelumnya, menurutnya, tidak terlalu berpengaruh besar pada daya beli pasar.

Baca Juga Aksi Boikot Starbucks Menggema, Begini Reaksi Aktivis LGBT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here