Tarif Taksi Online Ditetapkan Mulai Harga Rp 3.500 Per KM!

0
299
Uber
Copyrigth©ubertaksi

Tarif Taksi Online Ditetapkan Mulai Harga Rp 3.500 Per KM!

Indowarta.com– Mulai tanggal 1 Juli 2017 kemarin, taksi online ini telah memiliki tarif yang telah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakni penetapan tarif atas atas dan bawah yang telah dibagi menjadi dua wilayah.

baca juga : GoJek Klaim Telah Kalahkan Uber dan Grab di Indonesia!

Untuk wilayah 1 ini telah mencakup Sumatera, Jawa, dan Bali dengan batas bawah Rp 3.500 per km dan batas atas Rp 6.000 per km. sementara itu  untuk wilayah 2 ini mencakup Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan batasan tarif bawah Rp 3.700 per Km dan atas sebesar Rp 6.500 per km.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto telah menjelaskan bahwa wilayah 1 ini akan lebih murah dari wiyalah 2 karena berdasarkan pertimbangan dan juga beberapa faktor seperti ekonomi daerah dan juga kebutuhan di masing-masing wilayah.

Taksi Online
Copyright©kompasiana

Pudji dalam pidatonya di Jakarta pada hari Senin 3 Juli 2017 ini telah mengatakan “Kita sudah rundingkan dengan para pakar serta pemangku kepentingan untuk formulasi Tarif Taksi Online atas dan bawah. Semuanya itu terdiri dari beberapa komponen, seperti biaya tetap, biaya tidak tetap, biaya pulsa, biaya penyedia aplikasi, biaya upah minum per provinsi, dan yang paling penting sudah termasuk biaya asuransi, baik untuk kendaraan, penumpang, dan sopir”.

baca juga : Benarkah Bos Alibaba Kucurkan Dana Buat Grab?

Pudji juga telah memastiakn bahwa nantinya akan ada perbedaan dan juga mungkin gejolak yang terjadi karena yang tadinya murah menjadi sedikit lebih tinggi. Namun yang perlu ditekankan adalah dengan penetapan tarif dari pemerintah ini makan penumpang dan juga sopir taksi online akan lebih terjamin lagi karena akan ada asuransi bahkan termasuk juga untuk kendaraan.

Pudji menjelaskan “Dalam konteks PM 26 ini sudah kita cantumkan asuransi sopir, penumpang, dan mobil, jadi pastinya soal harga akan ada peningkatan. Dulu sebelum ada PM 26, semua itu tidak teratur, jadi seenaknya saja, sekarang ada yang mengakomodir soal keamanan dan kesalamatan penumpang”.

Lalu Menteri Perhubungan (Menhub) yakni Budi Karya Sumadi pun ikut menambahkan bahwa di dalam upaya penetapan Tarif Taksi Online ini pihaknya juga sudah melakukan banyak konsultasi yang tidak ketinggalan juga mengenai perhitungan Tarif Taksi Online dasar pengeluaran dari masing-masing perusahaan jasa taksi online.

baca juga : 

Peraturan Tarif Taksi Online Resmi Berlaku, Ini Dampaknya Bagi Taksi Konvensional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here