Pihak Grab Siap Gelar Mediasi dengan Pendemo di Kemenhub!

0
265
Copyright ©CNN

Pihak Grab Siap Gelar Mediasi dengan Pendemo di Kemenhub!

Indowarta.comGrab Indonesia memberikan tanggapan mengenai niat para mitra pengemudinya yang ingin menempuh jalur hukum jika tuntutan mereka tidak dihiraukan. Perusahaan ride sharing itu masih mengharapkan mediasi menjadi solusi dari permasalahan kedua belah pihak.

Manajer Dirctor Grab Indonesia, Selasa (4/7) pasca demo mengatakan pihaknya dan para mitra pengemudi akan bertemu lagi pada tanggal 10 di Kemenhub. Hasil mediasi juga tengah disusun dan akan dipublikasikan. Pihak perusahaan menilai demo yang terjadi tidak perlu dilakukan.

Sementara itu, LBH Lasmura yang menjadi kuasa hukum para pengemudi sebelumnya juga mengatakan untuk mengedepankan mediasi dan mufakat dari kedua belah pihak. Namun jika tetap tidak diindahkan maka akan menempuh jalur hukum.

Baca Juga Benarkah Bos Alibaba Kucurkan Dana Buat Grab?

Mediasi antara kedua belah pihak sendiri berjalan alot. Pihak Grapy akin akan membekukan akun-akun nakal. Sedangkan pengemudi menantang perusahaan untuk membuktikan klaim tersebut untuk selanjutnya mencairkan bonus Lebaran mereka.

Copyright ©CNN

Pengemudi yakin tak melakukan kecurangan seperti penggunaan fake GPS atau order fiktif. Lebih dari itu, aturan mengikuti platform lain yang juga menjadi alasan akun mereka dibekukan rupanya tidak didasarkan pada aturan tertulis.

Saat dikonfirmasi, pihak Grab membenarkan hal itu. Namun mereka mengatakan perusahaan berharap pengemudi tidak menjadi operator taksi online lain. pasalnya, jika join dengan platform lain, maka mitra dianggap tidak lagi bisa fokus pada pelayanan Grab sesuai yang diharapkan perusahaan yang berdampak pada penurunan performa.

Performa yang menurun karena menginstal aplikasi lain melanggar kode etik perusahaan sehingga pengmudipun akan gagal masuk dalam kriteria untuk mendapatkan insentif.

Baca Juga GoJek Klaim Telah Kalahkan Uber dan Grab di Indonesia!

Hei salah seorang pengemudi yang ikut turun ke jalan membenarkan bahwa Grab memang sudah meminta pengemudi untuk tidak menjalankan orderan dari platform lain sejak awal. Namun, sebagai mitra seharusnya pengemudi bebas melakukan join platform lain lantaran hal itu tidak tertulis dalam peraturan.

Belum lagi ia harus menghadapi kurangnya transparansi sistem poting saldo Grab saat ada keluhan. Dia mengatakan dia memutuskan hubungan kemitraan dengan perusahaan jika masalah it uterus berlarut-larut.

Secara blak-blakan ia mengatakan minatuntuk bergabung dengan GoCar lantaran sistemnya dinilai lebih transparan. Menurutnya, pengemudi bisa kehilangan saldo mereka antara Rp 100.000-750.000 tanpa skema yang ia ketahui.

Baca Juga Grab Akhirnya Berhentikan Driver yang Usir Kasar Penumpangnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here