Dapatkan Surat Ancaman, Banser NU Tak gentar!

0
482
Copyright ©Tribunnews

Dapatkan Surat Ancaman, Banser NU Tak gentar!

Indowarta.com – Pihak kepolisian menemukan selembar kain yang menyerupai bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kepolisian Sektor Lama, pada Selasa 4 Juli 2017. Tak hanya bendera, polisi juga menemukan sepucuk surat.

Surat tersebut berisi ancaman kepada anggota Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, dan Barisan Ansor Nahdlatul Ulama (Banser NU).

Menanggai hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengakutidak terancam dengan keberadaan surat itu. Menurutnya, kelompok ISIS sebagai kelompok yang kecil dan sedikit jumlah anggotanya.

Baca Juga Polri Masih Monitor Titik Sel ISIS di Indonesia!

Hanya saja menurut Said mereka nekat, militant, saling back up, ada sistem, ada koordinasi, ada dana, dan ada latihan. Sebaliknya, ia menyebut jika Banser NU siap untuk menghadapi ancaman yang datang pada organissi Islam asal Jawa Timur itu.

Copyright ©Panjimas

Meski begitu ia mengatakan, pihaknya tetap waspada, jika ancaman itu direalisasikan terhadap Banser NU maupun gerakan pemuda Ansor. Menurutnya, waspada bukan berarti takut.

Komandan Detasemen Khusus 99 Banser GP Ansor Murruzaman mengatakan pihaknya tidak takut terhadap ancaman yang mengatasnamakan ISIS menyusul pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

GP Ansor dan Banser NU akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta mendukung langkah polisi untuk menindak tegas pelaku teror. Banser juga tetap konsisten menolak paham khalifah islamiyahatau daulah islamiyah.

Baca Juga Kisah 2 Perempuan yang kena Tipu ISIS!

Bagi Ansor dan Banser, NKRI dan Pancasila sudah final dan tidak prlu diperdebatkan lagi. Menurut Nurruzaman, sudah menjadi risiko Ansor untuk memperjuangkan NKRI. Menurutnya, pihaknya dijadikan sebagai target lantaran menolak khalifah islamiyah atau daulah islamiyah. Sehingga ISIS menilai Ansor dan Banser murtad dan wajib diperangi.

Namun, Nuruuzaman justru mempertanyakan ancaman yang ditujukan kepada pihaknya. Sebab, sebenarnya siapa pun yang menolak khalifah dan daulah islamiyah adalah murtad menurut ISIS.

Ia menduga kejadian di Polsek Kebayoran Lama bukan tindakan yang dilakukan oleh ISIS. Melainkan kelompok lain yang sengaja mencari momentum untuk menyerang polisi. Karena jika itu tindakan ISIS, pasti Polsek sudah diserang.

Baca Juga Berita Terkini: Pelaku Teror Bendera ISIS Bisa Dijerat Pasal Terorisme!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here