Dana KJP Ditarik Tunai, Pemerintah Ancam Cabut!

0
380
KJP
Copyright©metrotempo

Dana KJP Ditarik Tunai, Pemerintah Ancam Cabut!

Indowarta.com –  Pelarangan mengenai dana Kartu Indoensia Pintar (KJP) untuk ditarik tunai akan tetap diberlakukan. Kali ini Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Bank DKI untuk melacak transaksi mencurigakan yang diduga dilakukan pemegang KJP.

Djarot menduga adanya praktik kecurangan pencairan dana bantuan pendidikan yang selama ini hanya disalurkan secara non-tunai. ‘Ada kecurangan pastinya dana bisa dilacak dimana saja uang bantuan itu dicairkan’ ujarnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 5 Juli 2017.

Jika nantinya terbukti pemegang KJP melakukan pelanggaran dengan menarik tunai uang tunai maka akan diberikan tindakan. Djarot mengatakan jika Pemerintah Jakarta tak segan akan mencabut bantuan untuk siswa jika terbukti dana KJP benar dilakukan penarikan tunai.

Tak hanya itu toko-toko yang bekerjasama dengan pemrintah DKI Jakarta untuk memfasilitasi penarikan tunai juga akan dilaporkan ke polisi. Menurut Djarot hal ini perlu dilakukan agar penerapan sistem penarikan dana KJP non tunai dapat berjalan sesuai aturan dan dana sendiri dapat tersalurkan untuk siswa.

KJP
Copyright©jakarta

Sementara itu diketahui praktik penarikan tunai KJP nyatanya masih sering terjadi di sejumlah totko perlengkapan sekolah. Salah satunya di Pasar Palmerah, Jakarta Barat tepatnya di sebuah toko perlengkapan sekolah milik pedagang bernama Dedi.

Dedi menagaku jika dirinya akan memberikan dana KJP dengan syarat para pemegang kartu tersebut berbelanja di toko miliknya. Menurutnya uang yang dicairkan untuk pemegang Kartu Jakarta Pintar maksimal sebesar Rp 200 ribu.

Tak hanya Dedi pedagang lain pun juga melaukan hal serupa yakni dengan mencairkan tunai dana KJP. Pedagang lainnya itu biasa dipanggil Aad yang bersedia mecairkan uang bantuan itu hingga Rp 500 ribu dengan syarat serupa.

Dia juga mengungkapkan jika cara lain mencairkan uang KJP tersebut dengan memberikan komisi kepada pedagang sebanyak 10 persen dari uang yang dicairkan. Namun setelah peringatan dari pemerintah DKI Jakarta, Aad dan Dedi secara kompak mengatakan saat ini tidak lagi melayani pencairan secara tunai KJP. Mereka juga telah mendapat edaran surat dari pengelola Pasar Palmerah, PD Pasar Jaya mengenai larangan pencairan uang KJP.

baca juga : Walau Tak Ada Ahok, KJP Tetap Tak Boleh Ditarik Tunai!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here