Ibu Kota Jakarta Tak Akan Dipindah Jika Ahok Menang Pilkada?

0
5171
Ahok-Djarot
Copyright©VOA Indonesia

Ibu Kota Jakarta Tak Akan Dipindah Jika Ahok Menang Pilkada?

Indowarta.com – Terkait dengan rencana pemindahan ibu kota, ketua DPD Partai Demokrat DKI Santoso menduga, rencana untuk memindahkan ibu kota negara adalah salah satu upaya untuk menggembosi pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurut Santoso, upaya Anies-Sandi untuk merealisasikan slogan mereka yakni ‘Maju Kotanya, Bahagia Warganya’ terancam berantakan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara, dari Jakarta ke Kalimantan.

Di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (5/7) Santoso mengatakan, jika Ibu Kota Negara jadi dipindahkan, maka income Jakarta otomatis akan tergerus. Sehingga janji-janji Anies-Sandi untuk mensejahterakan warga Jakarta sulit terpenuhi selama lima tahun mendatang.

Santoso kemudian mengatakan, pemindahan ibu kota tidak akan dilakukan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jika pada kontestasi pemilihan gubernur DKI 2017 lalu, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang meraup suara terbanyak.

Palangkaraya-Jakarta
Copyright©Istimewa

Menurutnya, upanya pemindahan ibu kota seolah melawan suara rakyat. Ia yakin jika pada Pilkada DKI lalu Ahok menang, maka rencana pemindahan ibukota tak akan pernah ada.

Disisi lain, Santoso berpendapat bahwa wcana untuk pemindahan Ibu Kota ini mudah saja terwujud. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak baik. Santoso mengatakan pemindahan ibu kota ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Maka dari itu, ia menilai wacana pemindahanibu kota itu harus dibahas dengan berbagai pihak secara matang. Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana detail pemindahan ibu kota unu bersama Presiden Jokowi pada Senin (3/7) lalu.

Dalam perbincangan terakhirnya dengan Presiden, Bambang mengatakan kajian pemindahan ibu kota, termasuk skema pendanaan, akan rampung tahun ini. Sehingga tahun 2018 atau 2019 sudah ada kegiatan terkait pemindahan pusat administrasi pemerintahan.

Pemindahan ini diduga lantaran kekalahan yang dialami Ahok dalam Pilgub DKI lalu. Seperti yang telah diketahui, pasangan Anies-Sandi berhasil mengalahkan pasangan Ahok-Djarot untuk merebukan kursi nomor satu di DKI.

Bahkan saat ini Ahok harus menjalani masa hukuman lantaran dinyatakan terbukti tersalah melakukan penodaan agama. Ia di vonis dua tahun penjara oleh majelis hakim. Tak hanya itu, di sisa masa jabatannya, Ahok memutuskan untuk mundur dan kini digantikan oleh wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

Baca Juga Peluang Palangkaraya Jadi Ibu Kota Indonesia Gantikan Jakarta!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here