Kenali Perbedaan Serangan Ransomware Petya dan Ransomware Wannacry!

0
250
Ransomware Petya
Copyright©JPNN

Kenali Perbedaan Serangan Ransomware Petya dan Ransomware Wannacry!

Indowarta.com – Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan dengan munculnya Ransomware WannaCry yang menyerang komputer di seluruh dunia. Baru saja reda kini dunia kembali digegerkan kembali dengan munculnya virus serupa yakni Ransomware Petya.

Meskipun keduanya merupakan virus yang sama-sama menyerang komputer dan mengancam, namun keduanya memiliki perbedaan.  Menurut ahli forensik digital belum bisa mengatakan jika Ransomware Petya merupakan salah satu software yang bisa memeras penggunanya.

Hal ini dijelaskan oleh ahli forensik digital Universitas Gunadarma, Rubi Alamsyah. Dia menjelaskan jika Petya berbeda dengan WannaCry karena kemungkinan besar tidak melakukan enkripsi master File Table (MTF) dan Master Record (MBR).

Ruby mengatakan jika Petya justru bisa menghapus data secara permanen yang artinya data tersebut tidak bisa di recover kembali oleh pengguna komputer. Dia mengatakan jika Petya belum bisa dikatakan sebagai ransomware. Jika WannaCry menyerang dokumen dalam OS Windows sedangkan Petya ini membuat penggunanya tidak bisa menggunakan komputenya kembali.

Ransomware Petya
Copyright©vivanews

‘Dari hasil yang kami lihat penginfeksian Petya ini belum bisa dipastikan sebagai serangan ransomware. Jika Wannacry menyerang dokumen dalam OS Windows, Petya ini justru membuat pengguna komputer tidak bisa menggunakan komputernya sama sekali karena sistem terkunci’ ujar Ruby pada Kamis, 6 Juli 2017.

Maka dari itu Ruby mengatakan jika Ransomware Petya ini tidak ada indikasi bisa menyerang sistem IT perbankan. Hal itu karena Petya tidak bisa masuk dalam celah keamanan Windows MS17-010. Maka dari itu jika perbankan sudah meng-update OS Windows dengan patch Microsoft MS17-010 ini dipastikan tidak akan bisa diserang oleh Petya.

Menurut informasi Petya ini pertama kai muncul di negara Ukraina dan penyebarannya sendiri melalui celah keamanan pada software akunting MeDoc yang ada di negara tersebut. Dan berawal dari situlah Petya menginfeksi ke sejumlah jaringan lokal lainnya.

Ruby menuturkan jika penyebaran Ransomware Petya ini masih banyak berada di benua Eropa seperti negara Ukraina, Rusia, Eropa dan Americka, Hingga kini belum ada indikasi jika Petya masuk ke kawasan Asia ataupun wilayah Indonesia.

Dengan pernyataan tersebut memberikan keyakinan jika Indonesia tidak akan terlalu terkena dampak besar dari Petya. Namun cukup diketahui jika Petya sendiri lebih berbahaya dibandingkan dengan Wannacy.

baca juga :  Korea Utara Dituding Jadi Dalang Serangan Ransomware Wannacry!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY