Tak Hanya Indonesia, Seruan Boikot Starbucks Sudah Sampai Malaysia!

1
592
Kebijakan Trump
Copyrigth©caffeineinformer

Tak Hanya Indonesia, Seruan Boikot Starbucks Sudah Sampai Malaysia!

Indowarta.com – Seruan Boikot Starbucks tidak terjadi di Indonesia saja namun sudah juga terjadi di negara tetangga yakni Malaysia. Seperti diketahui seruan boikot gerai kopi Starbucks di tanah air tengah diperbincangkan di media sosial sejak akhir pekan lalu.

Boikot Starbucks ini muncul karena dukungan gerai kopi tersebut terhadap LGBT dianggap bisa merusak nilai budaya dan agama di Indonesia. Namun menjadi pertanyaan kenapa seruan boikot ini baru muncul sekaran? Padahal dukungan Starbucks terhadap LGBT sudah dilakukan selama bertahun-tahun lamanya.

Terlihat pada media twitter memperlihatkan tagar ‘Boikot Starbucks’ ini pertama kali muncul pada Kamis, 29 Juni 2017. Namun seruan boikot ini baru menjadi perbincangan panas pada Jumat, 30 Juni 2017 lalu. Sejumlah pengguna twitter mentautkan pemboikotan ini ke sejumlah orang seperti Wakil Komite II DPD RI Fahitra Idris dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Namun yang baru ini Boikot Starbucks ini juga dimunculkan oleh sejumlah hak asasi manusia asal Malaysia yakni Pribumi Perkasa Malaysia. Kelompok ini mendorong seluruh umat muslim dinegara tersebut untuk melakukan pemboikotan teradap Starbucks.

Boikot Starbucks
Copyright©tribun kaltim

Desakan itu dilakukan karena alasan yang sama dengan sejumlah pihak di Indonesia karena terkait dukungan pimpinan perusahaan komunitas lesbian, gay, seksual dan transgender (LGBT). Mengenai pemboikotan ini juga dijelaskan oleh Kepala Biro Urusan Islam Perkasa Amini Amir Abdullah.

‘Kali ini Perkasa akan mendesak umat Islam Malaysia untuk memboikot perusahaan pembuat kopi internasioanl yang berbasis di Amerika Serikat yakni Starbucks. Hal itu karena Starbucks mendukung LGBT dengan pernikahan sejenis’ ujar Amini pada Senin, 3 Juli 2017.

Amini juga mengeluarkan pernyataan meminta pemerintah Malaysia untuk mengkaji kembali ijin yang diberikan kepada perusahaan asal negara Paman Syam tersebut. Desakan itu sendiri diberikan oleh kelopok Perkasa karena pernyataan dukungan terhadap LGBT telah disampaikan CEO Starbucks, Howard Schultz.

Sedangkan di Indonesia seruan Boikot Starbucks ini pertama kali dimulai oleh KH Anwar Abbas yang juga menjabat sebagai Sejen Majelis Ulama Indonesia (MUI).Dia menyebutkan jika keutungan yang didapat perusahaan kopi ini sebagian besar uangnya dipergunakan untuk melegalisasi LGBT dan perkawinan sejenis.

baca juga : Aksi Boikot Starbucks Menggema, Begini Reaksi Aktivis LGBT

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here