Polisi Hentikan Kasus Kaesang Karena Dinilai Mengada Ada!

0
436
Kaesang
Copyright©waspadaonline

Polisi Hentikan Kasus Kaesang Karena Dinilai Mengada Ada!

Indowarta.com – Kemarin Minggu, 2 Juli 2017 ada laporan yang masuk dengan pelapor Muhammad Hidayat dengan terlapor atas anama Kaesang. Kaesang dilaporkan atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian terkait video yang diunggahnya di jejaring media sosial Youtube. Namun nampaknya kali ini laporan tersebut tak akan dilanjutkan oleh pihak kepolisian karena dianggap tak sesuai hukum pidana.

Hal ini juga dijelaskan oleh Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin. Dia mengatakan jika laporan yang disampaikan oleh Muhammad Hidayat (MH) terhadap Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan dilanjutkan.

Syafruddin mengatakan jika laporan itu dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana. ‘Saya kali ini menegaskan jika laporan tersebut mengada-ada. Tidak memenuhi unsur pidana jadi kami tak akan menindaklanjutinya’ ujarnya saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 6 Juli 2017.

Diketahui jika MH sendiri sering kali membuat laporan ke kepolisian dengan bermacam-macam laporan. Tercatat ada puluhan laporan yang sudah dibuatnya sejak awal tahun 2017 ini hingga buka Juni. Namun kebanyakan dari laporannya dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

Kaesang
Copyright ©Youtube

Terakhir MH melaporkan Kaesang ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pedodaan agama dan ujaran kebencian. Putra bungsu Presiden Jokowi tersebut diduga melakukan ujaran kebencian melalui vlog atau video blog berjudul #BapakMintaProlyek yang diunggahnya ke akun Youtube pribadinya.

Menurut laporan menyebutkan ada sejumlah kalimat berupa ujaran kebencian yang dilontarkan Kaesang. Salah satu kalimat tersebut terdapat kata ‘ndeso’ yang berarti kampungan yang diangggap oleh MH sebagai salah satu penghinaan terhadap salah seorang kalangan masyarakat.

Namun Syafruddin sendiri menilai jika kata ‘ndeso’ tersebut bukan menjurus ke ujaran kebencian. Dia menilai yang dimaksud oleh Kaesang tidak merujuk pada subjek tertentu melainkan suatu candaan dan guyonan ini pun juga sudah ada serta sering dilontarkan oleh masyarakat Indonesia.

‘Omongan ‘ndeso’ ini kan sudah ada, bahkan sejak saya masih kecil guyonan ini sudah ada. Jadi itu tidak merujuk ke subjek tertentu melainkan hanya candaan biasa’ ujarnya.

Syafruddin kembali menegaskan jika laporan terhadap Kaesang ini tak akan ditindaklanjuti. Dia juga mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti suatu laporan masyarakat polisi harus rasional dan akan melakukan langkah selanjunya jika laporan tersebut memenuhi unsur pidana.

baca juga : Muhammad Hidayat Pelapor Kaesang Sudah Pernah Buat 60 Kali Laporan Tapi Tak Ditanggapi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here