Walau Sudah Rp 3. 3.672 Triliun, Jokowi Masih berani Tambah Utang!

0
639
Jokowi
Copyright©detik

Walau Sudah Rp 3. 3.672 Triliun, Jokowi Masih berani Tambah Utang!

Indowarta.com – Menurut informasi dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) tahun anggaran 2017 tercatat akan mengalami penambahan. Pemrintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan menambah utang sebesar RP 433,0 triliun hingga Rp 467,3 triliun.

Jika hal tersebut terjadi maka dipastikan jumlah dana akan naik dari target yang sudah ditentukan sebelumnya. Jokowi sendiri menyatakan lebih memilih menambah hutang dibandingkn harus memangkas belanja lebih besar.

Pemangkasan sendiri tetap akan dilakukan namun hanya mampu sebesar RP 16 triliun pada tahun ini. Komponen belanja barang yang dipangkas tahun 2017 tresebut terdiri dari perjalanan dinas, rapat dan lainnya.

Mengenai hal ini juga dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. ‘Kami memang sengaja tidak melakukan pemangkasan yang lebih besar terhadap komponen belanja barang. Itu kami lakukan karena ingin menjaga supaya APBN tetap ekpansif dan tidak kontaktif nantinya’ ujarnya saat ditemui di kantornya di Jakarta pada Jumat, 7 Juli 2017.

Jokowi
Copyright©detakonline

Pada era pemerintahan Jokowi APBN memang terhitung ekspansif dan bisa juga disebut agresif dalam hal belanja. Hal ini terjadi ketika pemerintah mulai mengalihkan dana subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepembangunan infratruktur serta perlindungan sosial.

Namun dengan setoran pajak yang melamah maka konsekuensi harus diambil yakni dengan cara menambah utang. Dalam RAPBNP tahun 2017 pemerintah memperkirakan defisit anggaran mencapai 3 persen atau bisa dikatakan menyentuh batas defisit yang dicantumkan UU nomer 17 tahun 2003.

Darmin memperkirakan jika defisit tahun anggaran ini bisa mencapai 2,92 persen tehadap PDB. Namun perkiraan tersebut masih bisa menurun hingga 2,67 persen jika pemerintah melakukan penghematan alamiah. Pengehamatan yang dimaksud yakni belanja kementerian/lembaga, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa.

Jokowi nantinya akan tetap utang terkait hal ini dana utang akan dilakukan pemerintah dalam bentuk surat utang resmi. Peningkatan jumlah utang tersebut sudah memperhitungkan kemapuana pasar untuk penyerapannya. Meskipun setiap tahunnya mengalami kenaikan pemerintah tetap melakukan pembayaran utang tersebut. Tercatat utang pemerintah hingga bulan Mei 2017 mencapai Rp 3,672,33 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

baac juga :  Cara Cek Tagihan dan Pembayaran BPJS Kesehatan Online!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY