Polisi Pantau 600 WNI yang Diduga Berafiliasi Ke ISIS!

0
331
ISIS
Copyrigth©nbcnews

Polisi Pantau 600 WNI yang Diduga Berafiliasi Ke ISIS!

Indowarta.com– Kini kepolisian RI tengah melakukan pemantauan terhadap kurang lebih ada 600 orang warga negara Indonesia yang telah menjadi foreign terrorist fighter dan juga telah terkait dengan Islamic State of Iraq and Syria.

baca juga : Berita Terkini: Pelaku Teror Bendera ISIS Bisa Dijerat Pasal Terorisme!

Pemantauan ini telah dilakukan untuk tindakan pencegahan radikalisasi dan juga untuk mengejar para terduga terorisme itu. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul kepada salah satu awak media pada hari Jumat 7 Juli 2017 ini telah mengatakan “Kami pantau mereka semua, baik yang di dalam ataupun luar negeri”.

Berdasarkan jumlah tersebut, telah diperkirakan bahwa ada 290 orang yang berada di Indonesia dan yang sisanya sedang berada di luar negeri. Jumlah itu memanglah melebihi jumlah 83 nama WNI yang telah termasuk ke dalam daftar pencarian orang terorisme yang telah disampaikan oeh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada hari Rabu yang lalu.

ISIS
Copyright ©liputan6

Menurut Martinus, sebanyak 600 orang ini termasuk orang-orang yang terduga telah memiliki keterkaitan dengan ISIS. Martinus mengatakan “Yang 83 nama itu termasuk dalam 600 orang pemantauan kami”.

baca juga : Begini Isi Surat Teror Dalam Botol Mapolsek Kebayoran Lama!

Martinus telah menjelaskan bahwa orang yang telah berada di dalam pantuan itu telah dipetakan ke dalam beberapa kategori. Kategori tersebut adalah pelaku usia dewasa, usia anak-anak, pelaku yang telah tewas dalam peperangan, terduga gagal berangkat dan terduga dideportasi. Martinus menjelaskan “Semuanya kami pantau dan akan kami ambil tindakan kalau tertangkap”.

Martinus mengatakan bahwa tindakan yang berbeda ini akan diambil bergantung pada perbuata para terduga tersebut. Martinus mengatakan “Kami lakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap yang bersangkutan”.

Terduga yang bersangkutan itu akan dipidana sesuai dengan KUHP jika memang terbukti melakukan tindak pidana terorisme sesuai dengan KUHP. Namun apabila memang tidak terbukti, maka terduga ini akan bisa dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk menjalani program deradikalisasi.

Untuk bisa menindak mereka, Martinus mengatakan bahwa pihaknya kini menyampaikan beberapa data kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk bisa membantu memantau para terduga teroris ini.\

baca juga : 

Melawat Ke German, Jokowi Akan Bahas Soal Terorisme!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY