Bappenas Beberkan Berbagai Hal yang Musti Diperbaiki Kualitas SMK!

0
203
Bappenas
Copyright ©kompas

Bappenas Beberkan Berbagai Hal yang Musti Diperbaiki Kualitas SMK!

Indowarta.com – Pemerintah berencana akan memperbaiki mutu pendiikan sekolah vokasi atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mengenai hal ini juga dikatakan oleh Bappenas yakni tekait dengan perbaikan kualitas SMK yang ada di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Ia menjelaskan jika anggaran untuk memperbaiki mutu pendidikan vokasi telah dianggarkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017.

Namun Bambang mengatakan jika jumlah anggaran yang dianggarkan belum memadai. Akan tetapi dirinya berjanji jika anggaran pendidikan vokasi pada APBN 2018 mendatang akan meningkat secara signifikan guna peningkatan mutu pendidikan SMK.

Kepala Bappenas itu tak menjelaskan secara spesifik besaran anggaran yang akan turun nantinya. Dia hanya menjelaskan jika nanti akan dilakukan perbaikan mulai dari infrastuktur, kualitas pendidikan, guru yang mengajar hingga kurikulum yang diberikan kepada siswa.

Bappenas
Copyright ©kompas

‘Kami akan lakukan perbaikan nantinya. Mulai dari infratruktur, pendidikan guru, kualitas hingga kurikulum yang ada’ ujarnya saat ditemui di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 11 Juli 2017.

Bappenas sendiri dengan ini menilai jika pemerintah ingin mewujudkan pendidkan SMK yang benar-benar berkualitas. Perbaikan itu diharapkan nantinya dapat mengantarkan lulusan-lulusan SMK diterima di lapangan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi.

Sedangkan saat ini diketahui banyak sekali lulusan SMK yang tak bisa bekerja karena kurangnya keterampilan. Serupa dengan ini Bambang juga mengatakan jika masalah SMK yang ada di kota-kota di Indoensia ialah terkait kualitas pelajar itu sendiri.

Dia mengungkapkan beberpa hal yang diduga menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia. Seperti dari faktor guru yang tak pernah terekspose atau bisa dikatakan magang di sejumlah perusahaan yang nantinya memakai lulusan tersebut. Bisa juga karena guru yang tidak terkpose dengan teknologi modern atau yang terbaru.

Bambang juga menyebutkan jika saat ini kebanyakan teknologi yang digunakan masih jenis teknologi lama dan bukan yang terbaru. Hal inilah yang membuat banyak lulusan SMK tidak kompeten dan tentunya perusahan tak akan mau merekrutnya.

Maka dari itu Bappenas membeberkan beberapa hal terkait pendidikan vokasi ini agar pemerintah ikut menanggapinya. Selain menciptakan tenaga kerja yang mempunyai kualitas , pemerintah juga perlu meciptakan para wirausahawan muda yang nantinya akan memunculkan lapangan pekerjaan.

baca juga : Kenapa RUU Pemilu Masih Buntu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here