Awas, Wabah Kolera Sudah Menyebar Hingga Capai 300 Ribu Kasus di Yaman!

0
460
Copyright ©VOA Indonesia

Awas, Wabah Kolera Sudah Menyebar Hingga Capai 300 Ribu Kasus di Yaman!

Indowarta.com – Wabah Kolera yang terjadi di Yaman diperkirakan telah mnginfeksi sekitar 300 ribu orang dalam 10 minggu terakhir. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan, situasi tersebut telah tak terkendali, dimana terdapat 7 ribu kasus baru setiap harinya.

Menurut PBB, terdapat lebih dari 1.700 kematian yang terkait dengan waah itu. kesehatan, air bersih, dan sistem senitasi di Yaman menjadi hal yang langka setelah konflik antara pasukan pro pemerintah dan pemberontak Houthi telah berjalan selama dua tahun.

Kolera sendiri adalah infeksi diare akut yang disebabkan oleh makanan maupun air yang terkontaminasi oleh bakteri Vibrio cholera. Wabah kolera itu dengan cepat menyebar dalam sistem senitasi dan air yang buruk.

Baca Juga Berita Terkini: 1 Warga Cirebon Positif Idap Flu Burung!

Dilansir dari BBC, Selasa (11/7), sebagian besra mereka yang terinfeksi tak menunjukkan adanya gejala. Namun pada kasus yang parah, penyakit tersebut dapatmembunuh dalam hitungan jam jika tak segera mendapatkan penanganan.

Copyright ©AFP Photo

Pada 24 Juni 2017 lalu, Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan bahwa Yaman tengah menghadapi wabah kolera terburuk di dunia. Yakni dengan lebih dari 200 ribu kasus.

Hanya dalam kurun waktu dua minggu saja, sekitar 100 ribu orang telah terinfeki bakteri tersebut. Direktur ICRC Timur Tengah, Robvert Mardini, mengatakan bahwa kasus ini menggelisahkan.

Pada 8 Juli 2017, WHO mengatakan telah tercatat hampir 300 ribu korban yang trkena wabah kolera. Namun badan kesehatan itu masih menganalisisi angka terbaru dari kementerian Kesehatan Yaman pada 10 Juli.

Baca Juga Berita Terkini: Ratusan Unggas Mati, Positif Kena Flu Burung!

Wabah tersebut telah tersebar semua kecuali dari 23 provinsi di Yaman. Keemoat provinsi yang terkena itu menjadi separuh sumber kasus tersebut. sejumlah badan PBB mengatakan bahwa wabah kolera merupakan konsekuensi langsung perang yang terjadi, dimana lebih dari 14 juta orang tak bisa mengakses air bersis dan sanitasi.

Lebih dari setengah fasilitas kesehatan tak berfungsi lagi, dimana 300 diantaranya telah rusak bahkan hancur. Sebanyak 30 ribu pkerja kesehatan lokal yang menangani wabah kolera itu sudah tak dibayar selama 10 bulan.

Meningkatnya melanutrisi telah melemahkan kesehatan mereka yang tentan dan membuatnya makin berisiko terhadap wabah kolera.

Baca Juga Berita Terkini: Mulai Mewabah, Virus Anthrax  Bisa Hancurkan Niaga Sapi di Yogya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here