Spotify Bantah Tudingan Telah Promosikan Artis Palsu!

0
199
Copyright ©Republika

Spotify Bantah Tudingan Telah Promosikan Artis Palsu!

Indowarta.com – Publik tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu penyedia layanan streaming musik, podcast, dan video komersil asal Swedia, pasalnya Anda dapat menemukan beragam genre musik dan penyanyi di Spotify.

Kendati mereka telah meraih jutaan kali streaming di genre mood based seperti Sleep dan Ambient Chill, kini layanan streaming musik ini dituding memiliki paling sedikit 50 artis palsu. Pasalnya banyak yang tidak memiliki profil yang bisa dilihat.

Namun seorang ahli musik mengatakan Spotify tidak melakukan kejahatan jika melakukan commissioning trek atau membeli musik produksi.

Baca Juga Youtube Perketat Video yang Bisa Diuangkan!

“Kami tidak pernah menciptakan artis ‘palsu’ dan memasukkannnya ke daftar putar Spotify. Titik,” ujar Spotify.

Copyright ©breakingnews

Pihak penyedia layanan streaming musik ini juga menambahkan, pihaknya tidak memiliki hak, tidak memproduki, dan semua musik mendapatkan izin dari pemilik karya dan membayar mereka. Namun saat dicek, ada beberapa nama yang ada di Spotify, namun tidak memiliki lama web atau media sosial pribadi.

Beberapa daftar nama artis, yang disusun oleh Music Bussiness Worldwide (MBW, tampaknya hadir pula di platform lain. umumnhya merupakan layanan saingan seperti LastFM dan YouTube. Namun saat diperiksa, sebagian besar tidak memiliki situs web maupun medsos.

Sebagai contoh Relajar, yang telah mengumpulkan 13,4 juta pendengar, muncul hanya di Sportfy dalam hasil pencarian di internet. Mark Mulligan dari MIDiA Research mengatakan, ada kemungkinan Spotify membayar orang lain untuk memproduksi konten, namun bayaran kecil.

Baca Juga Kebijakan Google Soal Konten Pro Terorisme di Youtube!

Selain itu, ia juga mengatakan, Spotify mungkim membeli prosuk musik yang sudah ada dari perusahan lain. Sehingga, efeknya yakni artis yang bersangkutan tidak mau menampilkan nama aslinya. Akan tetapi itu semua hanya dugaan Mark, yang belum tentu kebenarannya.

Mark menduga ini adalah salah satu cara agar Spotify tidak membayar semua musik yang diputar. “10 tahun memepelajari Spotify, mereka belum menghasilkan keuntungan, padahal Spotify adalah platform streaming tersukses di dunia,” tutup Mark.

Di sisi lain, beberapa bulan yang lali layanan musik streaming ini mengumumkan akan segera meluncurkan konten audio dalam bentuk podcast orisinil dan baru. Terdapat tiga seri podcast yang diluncurkan yakni Showstopper, Unpackerd dan the Chris Lighty Story.

Baca Juga: Main Vlog di Youtube, Berapa sih Penghasilan yang Diperoleh Kaesang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here