Berita Terkini : Mulai Senja Hari Ini, Fenomena Gerhana Merkurius Siap Menampakkan Diri Dalam Satu Abad, Indonesia ?

0
1024
gerhana merkurius

Berita Terkini : Mulai Senja Hari Ini, Fenomena Gerhana Merkurius Siap Menampakkan Diri Dalam Satu Abad, Indonesia ?

indowarta.com– Fenomena gerhana merkurius merupakan gerhana yang tidak sering terjadi sama dengan gerhana matahari. Gerhana merkurius ini akan terjadi mulai hari Senin 9 Mei 2016 senja ini.

Fenomena alam ini akan berlangusng selama kurang lebih 7,5 jam.  Lokasi yang berpotensi untuk bisa menyaksikan fenomena ini adalah di wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Tidak seperti gerhana matahari, gerhana merkurius ini tidak akan membuat bumi gelap. Bahkan fonomena ini tidak disadari ataupun disaksikan dengan mata secara langsung.

Saat terjadi gerhana matahari, bulan nampak sama besar dengan matahari sehingga bisa menutupi sinar matahari secara sempurna. Berbanding berbalik, merkurius justru terlihat lebih kecil, bahkan merkurius jika dilihat dengan teleskop hanya tampak seperti titik kecil di bagian permukaan matahari.

gerhana merkurius

Ma’arufin yang merupakan astronot amatir mengatakan bahwa gerhana Merkurius terjadi 13 sampai 14 kali. Gerhana merkurius yang akan terjadi ini merupakan yang ketiga dalam abad ke 21.

Sebelum gerhana yang akan terjadi nanti senja, gerhana merkurius ini juga terjadi pada tahun 2002 dan 2006. Setelah terjadi di tahun ini, gerhana merkurius ini di prediksi akan terjadi pada tanggal 11 November 2019 mendatang.

Yang unik dari gerhana ini adalah pasti terjadi di bulan Mei atau November. Jika terjadi di bulan Mei itu berarti merkurius sedang berada di titik apoleon yaitu titik terjauh di dari matahari. Jika terjadi pada bulan November, merkurius sedang berada di titik perhelion yaitu titik terdekat dengan matahari.

Sama seperti fenomena gerhana pada umunya, tidak semua wilayah bisa menyaksikan fenomona ini. Kali Indonesia beruntung bisa meyaksikan fenomena alam ini.

Untuk menyaksikan fenomena ini, perlu alat teleskop yang minimal perbersarannya 50 kali lipat. Dibutuhkan filter khsus untuk menyaring cahaya matahari sehingga tidak merusak mata. Pengamatan dilakukan di wilayah yang bagian baratnya tidak berpenghalang. Namun di senja hari matahari sudah sangat rendah. Bila gagal, masih ada waktu lainnya.

baca juga :

Berita Terkini: Fenomena Ajaib Saat Gerhana Matahari, Laut Surut Seperti Tsunami Hingga Guntur !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here