Benarkah Program Rumah DP 0 Persen Tak Ideal?

0
525
Rumah DP 0 Persen
Copyright ©Kompas

Benarkah Program Rumah DP 0 Persen Tak Ideal?

Indowarta.com – Program pemebelian rumah dengan uang muka (down Payment/DP) 0 akan diusung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tepilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Namun terkait Rumah DP 0 Persen ini bukanlah suatu hal yang baru di Indonesia.

Seperti diketahui jika selama ini pengembang akan memberikan kabar terkait Rumah DP 0 Persen ini tak lain hanya untuk menarik pembeli. Pengembang memberikan kebebasan pembeli mengenai pembayaran awal atau DP rumah yang dibelinya sebagaimana menjadi tanggungannya.

Mengenai hal ini juga disampaikan oleh Dosen Kelompok Keahlian Prumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK), Jahansyah Siregar. Dia mengatakan DP bisa saja ditanggung karena saat ini ekonomi tengah bagus dan untuk jangka pendek juga cukup stabil.

‘Rumah DP 0 Persen ini muncul karena iklim ekonomi saat ini tengah bagus dan stabil serta bunga tetap. Dalam waktu jangka pendek akan stabil maka pembiayaan DP bisalah ditanggung’ ujar Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut saat ditemui pada Rabu, 12 Juli 2017.

Rumah DP 0 Persen
Copyright ©tribun Kaltim

Meskipun begitu menurut Jehan Rumah DP 0 Persen ini sendiri bukanlah program untuk rakyat yang ideal dan justru bagus untuk rumah komersial. Hal tersebut karena program itu natinya akan sulit direlisasikan untuk perumahan rakyat.

Studi yang dilakukan baru-baru ini pun menerangkan jika DP 0 rupiah hanya akan diperuntukan untuk masyarakat dengan pendapatan Rp 7 Juta hingga 10 juta. Dengan pernyataan ini sekaligus menegaskan jika rumah dengan DP 0 rupiah tak akan berlaku untuk masyarakat berpenghasilan dibawah Rp 7 juta.

Jehan juga mengatakan jika program Rumah DP 0 Persen ini tidak cocok jika dilakukan di Kota Metropolitan seperti Jakarta. Menurutnya program yang lebih ideal seperti yang dilakukan oleh Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Jehansyah idealnya Anies-Sandi menindaklanjuti program yang telah dibuat oleh Ahok. Ahok dulunya mengatakan di DKI Jakarta akan dibangun sebanayak 50.000 unit rumah susun sewa (rusunawa) untuk menata sejumlah daerah.

Dalam satu lokasi diperlukan sekitar 2000 hingga 3000 unit maka 50.000 unit bisa dibangun di 20 lokasi dan sekitar memerlukan 5 tahun pengerjaan. Namun hingga saat ini pengerjaan program tersebut belum bisa terealisikan. Jehan juga menyampaikan jika dengan penggusuran akan sulit untuk menata karena untuk bisa menggusur dibutuhkan ketersediaan rusunawa.

baca juga : Tanggapan JK Soal Isu Yang Muncul Mengenai Reshuffle Kabinet!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here