Indonesia Bukan Negara Islam dan Negara Kafir!

0
356
Copyright ©Poskota

Indonesia Bukan Negara Islam dan Negara Kafir!

Indowarta.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Indonesia adalah negara perjanjian. Maka dari itu, hubungan antar umat beragama harus bersifat mu’adah atau salaing berjanji untuk selalu hidup berdampingan secara damai.

Seperti yang dikatakan Ma’ruf saat mendeklarasikan Majelis Dzikir Hubbul Wathon dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta, kamis (13/70, “Bagi prespektif Islam, negara ini bukanlah negara Islam, negara kafir, atau negara perang, tapi negara perjanjian.

Menurut Ma’ruf Amin, umat muslim dan nonmuslim di Indonesia harus saling mencintai, saling menyayangi, dan tolong menolong. Karena negara terbentuk lantaran adanya saling bergantung dan membutuhkan.

Baca Juga GP Ansor Pertanyakan Langkah Pemerintah Soal Pembubaran HTI!

Kehidupan masyarakat Indonesia, harus seperti sebuah bangunan yang satu sama lain saling menopang. Dengan demikian terjadilah Indonesia yang kondusif dan utuh yang saling menyayangi. Sekali lagi ia menegaskan kalau Indonesia bukanlah negara Islam atau negara kafir.

Ma'ruf Amin
Copyright©Kompas

Namun sayangnya, keutuhan itu terganggu saat muncul kelompok yang tidak atau kurang memiliki komitmen kebangsaan. Kelompok tersebut ingin memisahkan diri, memaksakan mengubah negara, dan intoleran.

Menurut Ma’ruf, dalam Islam mereka termasuk fanatisme dan ego kelompok. Atau menurut mereka yang benar hanya anggota kelompoknya saja, yang masuk surge hanya kelompoknya saja, sedangkan yang lain kafir.

Ia kemudian mengajak ulama dan pemerintah untuk mengambil inisiatif merekatkan kembali masyarakat saat persatuan dan kesatuan bangsa tengah diuji. Sebab, hal ini menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga Alasan Hukum Pembubaran HTI!

Persatuan tersebut dapat dieratkan kembali melalui pranata kenegaraan, kemasyarakatan, dan keagamaan. Karena bagi ulama sendiri, NKRI harga mati. Pancasila adalah final. Maka dari itu harus dijaga. Indonesia bukan negara Islam atau negara kafir.

Melalui Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Ma’ruf Amin berharap dapat menjadi tempat berkolaborasi ulama dan umara untuk menjaga keutuhan bangsa. Upaya iti akan dilakukan melalui dua hal, yakni dialog kebangsaan dan zikir, doa dan istigosah.

Di sisi lain, Presiden Jokowi mengatakan kerukunan dan persatuan yang terbangun di negara ini terjadi karenakemampuan muslim Indonesia mewujudkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Wow, HTI Ternyata Sudah Susun RUU Dasar Negara Khilafah di Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here