PAN Diminta Keluar Dari Koalisi Lantaran Dinilai Tak Loyal Pada Pemerintah!

0
686
Copyright ©detik

PAN Diminta Keluar Dari Koalisi Lantaran Dinilai Tak Loyal Pada Pemerintah!

Indowarta.com – PDIP meminta Partai Amanat Nasional (PAN) tidak perlu berada dalam satu koalisis apabila memiliki perbedaan pendangan. Di sisi lain PPP sebagai parpol pendukung pemerintah justru meminta segala perbedaan diselesaikan dalam internal koalisi.

Sekjen PPP Arsul Sani pada Kamis (13/7) malam menyatakan, “Soal apakah PAN sepantasnya keluar atau tidak dari koalisi parpol pendukung pemerintah, maka PPP menyerahkan persoalan ini sebagai urusan Presiden dengan Partai Amanat Nasional itu sendiri karena 3 parpol yang masuk koalisi setelah Pilpres tentu memiliki kesepakatan masing-masing dengan Presiden”.

“Kalau ada perbedaan, maka diselesaikan di dalam internal koalisi. Namun, tantu ini kebijakan mendasar saja. sedangkan yang bukan kebijakan mendasar seperti soal Pilgub dan sekolah lima hari, maka parpol koalisi pun punya ruang untuk menyarakan perbedaan sikap”.

Baca Juga Tanggapan JK Soal Isu Yang Muncul Mengenai Reshuffle Kabinet!

Akan tetapi keluar atau tidaknya PAN dari koalisis pemerintahan, PPP menyerahkan sepenuhnya pada Jokowi. Apalagi Partai Amanat Nasional baru masuk ke pemerintah setelah Jokowi dilantik menjadi presiden. Sebelumnya partai itu bergabung dengan Koalisi Merah Putih.

Copyright ©Tempo

Selain itu, PAN juga dituding berbeda sikap dalam RUU Pemilu dengan PDIP lantaran berbeda soal ambang batas presiden.

Diketahui, sebelumnya Sekjen PDIP hasto Kristiyanto mengatakan Jokowi membutuhkan dukungan kabinet yang solid serta komitmen dari parpol yang sudah menyatakan dukungan kepada pemerintah. Parpol yang beda dari perkataan dan tindakan dalam hal loyalitas, tentu mendapatkan catatan tersendiri. Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya soal sikap PAN yang berbeda dengan pemerintah.

Mendapat tudingan tak loyal kepada koalisi pendukung Presiden Jokowi. Ketua DPP PAN Bidang Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan, yandri Susanto, megatakan yang bisamengevaluasi peran partainya dalam koalisi adalah Presiden, bukan partai lain.

Baca Juga Berita Terkini: Presiden Jokowi Yakinkan Publik Bahwa Tak Ada Reshuffle Kabinet Bulan Ini!

Pecahnya kongsi antara PAN dan partai pendukung Jokowi inilah yang menyebabkan posisi Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Asman Abnur goyang.

Jika nantinya PAN dikeluarkan dari koalisi, maka Jokowi akan didukung enam partai, yakni PDIP, Golkasr, Partai Kebangkitan Bansa, Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Baca Juga: PDIP Incar Posisi Menteri BUMN Saat Muncul Isu Adanya Reshuffle Kabinet!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here