Kemkominfo Siap Gagas Tutup Media Sosial untuk Mencegah Radikalisme!

0
393
Komkominfo
Copyright©simpul

Kemkominfo Siap Gagas Tutup Media Sosial untuk Mencegah Radikalisme!

Indowarta.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Rudiantara kali ini tengah mempertimbangkan penutupan sejumlah media sosial dan berbagai situs yang ada di Indonesia. Kemkominfo sepertinya akan menutup sejumlah media sosial tersebut seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube.

Hal tersebut digagas oleh Kemkominfo untuk mencegah adanya akun-akun yang berisikan muatan radikalisme. Mengenai akan dilakukan penutupan media sosial ini dikatakan langsung oleh Rudiantara selepas menghadiri acara antiradikalisme di Universitas Padjadjaran, Bandung pada Jumat, 14 Juli 2017.

‘Tercatat seanjang tahun 2016 hingga 2017 separuhnya atau 50 persen dipenuhi dan itu sangat mengecewakan. Maka permintaan kami kepada platform untuk menutup akun-akun yang menampilkan muatan radikalisme’ ujarnya.

Rudi pun menginginkan agar operator media sosial tersebut benar-benar mengawasi dan memperbaikinya. Jika hal tersebut tidak dilakukan tentunya pemerintah akan memeprtimbangkan guna dilakukan penutupan terhadap platform tersebut.

Komkominfo
Copyright©suara surabaya

Kemkominfo sendiri menjelaskan jika selama ini platform mamang susah menutup akun yang bermuatan menjurus ke radikalisme. Pasalnya platform tersebut enggan menutup akun sebab di negara asalnya penutupan akun haruslah melalui proses pengadilan.

Namun Rudi mengatakan jika mereka semestinya bisa melakukan karena dalam konteksnya seluruh platform ada untuk bisnis dan sejumlah iklan yang masuk pun juga demikian. ‘Mereka juga berbisinis sejumlah iklan juga ada di platform tersebut. Maka mereka pun juga harus mematuhi peraturan disini’ sambungnya.

Kata dia, Kominfo dalam upayanya telah melaukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran radikalisme. Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan penutupan situs dan pembokliran akun meida sosial. Namun meskipun begitu penutupan media sosial sendiri tetap perlu adanya kerjasama dengan platform tersebut.

‘Kali ini kami harus bergerak secara cepat terkait hal ini. Kami tak ingin nantinya masyarakat terpapar dengan konten-konten yang mengarah ke radikalisme’ ujarnya

Namun meskipun demikian Kemkominfo juga meminta maaf jika pihaknya nanti benar-benar menutup media sosial yang dianggap bermuatan radikalisme. Hal itupun dilakukan karena beberapa tahun terakhir banyak sekali radikalisme yang dianggap akan memecah belah persatuan bangsa dan negara. Bahakan tak hanya menyebar, sejumlah aplikasi media sosial pun sering digunakana untuk tempat komunikasi pelaku teror.

baca juga : Layanan Chat Telegram Diblokir di Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here