Alasan Utama Kenapa Telegram Diblokir di Indonesia!

0
2070
Telegram
Copyright©riauaktual

Alasan Utama Kenapa Telegram Diblokir di Indonesia!

Indowarta.com – Sebelumnya dikabarkan jika dalam waktu dekat layanan aplikasi Telegram akan diblokir dan tak dimunculkan lagi di Indonesia. Pemblokiran ini pun juga dikatakan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Rudiantara.

Dia menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyaknya muatan negatif yang ada di layanan tersebut. Konten negatif yang dimaksudkan antara lain mengenai radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh dan lain sebagainya.

Konten negatif tersebut dianggap telah bertentangan dengan peraturan undang-undang di Indonesia. Maka dari itu Kemenkominfo berencana menghapus atau memblokir platform Telegram guna menghindari konten radikalisme dan terorisme.

Rudiantara mengatakan jika sebelumnya telah melakukan pengecekan terhadap aplikasi telegram atau pesan singkat ini. Ternyata pihaknya menemukan sejumlah halaman yang mengandung konten negatif berupa komunikasi antara teroris yang berkaitan dengan pembuatana bom dan merencana penyerangan.

Telegram
Copyright©detik

‘Kami sudah periksa di telegram dan hasilnya menunjukan jika sebanyak 17 halaman terdapat konten yang menjurus ke aksi terorisme dan radikalisme. Terlihat ada perencanaan pembuatan bom, penyerangan dana lain sebagainya. Maka harus segera dilakukan pemblokiran karena kita anti dengan radikalisme’ ujarnya pada Jumat, 14 Juli 2017.

Lantas pemblokiran Telegram sendiri sepertinya akan tetap dilakukan dan tinggal menunggu pengumuman awal pekan depan. Rudiantara pun menyampaikan temuan yang mengerikan terkait radikalisme dan ancaman terorisme itu ke sejumlah aparat keamanan negara.

Rudi menyampaikan langsung ke Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito karnavian dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Dengan penyampaian tersebut dirinya mengharapkan untuk segera dilakukan eksekusi pemblokiran telegram di Indonesia.

Saya langsung kasih tau Mas Gatot (Panglima TNI), Pak Kapolri dan Mas Teten. Kami meminta agar telegram yang sudah terbukti banyak mengandung konten radikalisme tersebut segera diblokir dan dihilangkan keberadaannya dari tanah air’ ujar Rudi.

Terkait pemblokiran terhadap Telegram ini pun juga ditanggapi oleh penncipta aplikasi pesan singkat ini yakni Pavel Durov. Bos telegram tersebut mempertanyakan terkait pemblokiran aplikasinya yang dianggap tidak melalui pemberitahuan dan koordinasi terlebih dahulu ini.

Sedangkan Rudi sendiri membantah jika pihaknya tak melakukan koordinasi dan memebritahuan terlebih dahulu ke pihak telegram. Dia mengatakan jika telah melakukan komunikasi dengan pihak telegram melaui web service mereka.

baca juga : Kemkominfo Siap Gagas Tutup Media Sosial untuk Mencegah Radikalisme!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here