Berapa Sih Jatah Setya Novanto Dalam Kasus Korupsi E KTP!

0
360
Setya Novanto
Copyright©tribunmedan

Berapa Sih Jatah Setya Novanto Dalam Kasus Korupsi E KTP!

Indowarta.com – Katua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto telah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Katua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengumumkan penetapan Novanto menjadi tersangka ini pada Senin, 17 Juli 2017.

Setya Novanto didiuga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek penggandaan E-KTP yang bernilai 5,9 triliun. Sebelumnya nama Novanto secara berulang kali disebutkan oleh para saksi dalam sidang dakwaan yang digelar oleh KPK atas tersangka Imran dan Sugiharto.

Dalam surat dakwaan dan surat tuntutan jaksa KPK peran dari ketua Umum Partai Golkar tersebut dijelaskan secara gamblang. Agus Rahardjo sendiri menuturkan jika Novanto ikut berperan dalam mengatur agar dana anggaran proyek E-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.

Novanto juga ikut campur tangan dalam mengkondisikan perusahaan yang menjadi pemenang lelang proyek E-KTP. Lantas ia pun ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi E-KTP serta juga dianggap telah menyalahgunakan wewenag dan jabatannya sebagai Ketua DPRI RI.

Setya Novanto
Copyright©net

Sebelumnya Setya Novanto sendiri dipanggil oleh penyidik KPK untuk menjadi saksi tersangka Andi Agustinus atau Andi Naronggong. Dalam surat tuntutan jaksa sendiri menerangkan bahwa Andi Naronggong beberapa kali telah melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPR RI.

Pertemuan tersebut khusunya dilakukan dengan Setya Novanto, Muhammad Nazaruddin serta Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. KPK menganggap jika anggota DPR sendiri sebagai representasi Partai Golkar dan Partai Demokrat yang dapat mendorong Komisis II DPR RI untuk menyetujui anggaran proyek E-KTP.

Kemudian setalah anggaran di putuskan Andi Naronggong pun juga merealisasikan uang fees serta membuat kesepakatan dengan Novanto, Nazaruddin dan Anas Urbaningrum terkait penggunaan anggaran. Dalam hal itu didapaat kesepakat jika 51 persen atau RP 2,662 triliun digunakan untuk belanja modal proyek E-KTP.

Sementara itu sisanya yakni 49 persen dibagikan kepada Setya Novanto dan sejumlah anggota Komisi II DPR RI. Sejumlah Rp 2,5 triliun akan dibagikan sebayak 7 persen ke masing-masing pejabat dan Novanto sendiri menerima bagian 11 persen yakni senilai Rp 574.200.000.000. Sedangan Anas da nazaruddin menerima jumah yang sama dengan Novanto yakni 11 persen.

baca juga : Setya Novanto Ditetapkan Jadi Tersangka, Golkar Tetap Dukung Jokowi!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY