Presidential Threshold Adalah Skenario Untuk Jegal Prabowo di Pilpres 2019?

0
9931
Presidential Threshold
Copyright©merdeka

Presidential Threshold Adalah Skenario Untuk Jegal Prabowo di Pilpres 2019?

Indowarta.com – Pemerintah sebelumnya ngotot ingin ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) 20 hingga 25 persen diterapkan. Namun kali ini penerapan Presidential Threshold itu dicurigai mempunyai motif tertentu.

Dicurigai dihadirkannya usulan Presidential Threshold ini supaya memunculkan satu atau calon tunggal Pemilihan Umum (Pemilu) Persiden tahun 2019 mendatang. Pernyataan ini juga ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Dia mengatakan wajar saja kecurigaan tersebut muncul, apalagi setelah sejumlah partai politik (parpol) menyatan memiliki sikap yang sama menganai jumlah minimal atau ambang batas pencalonan presiden. Fadli Zon juga menuturka jika saat ini sejumlah partai politik merupakan pendukung Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

WAJIB BACA :  Prabowo Lawan Sebanding Jokowi!

‘Kebijakan ini (Presidential Threshold) terlihat jelas akan mengarah ke calon tunggal pemilu. Partai-partai tersebut jelas akan memunculkan calon tunggal dalam Pilpres 2019 mendatang’ ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 17 Juli 2017.

Presidential Threshold
Copyright©radarpena

Fadli Zon juga mengatakan jika adanya Presidential Threshold tak akan memperlihatkan dengan jelas dimunculkannya calon tunggal. Dia mengatakan nantinya akan tetap ada calon lain meskipun diterapkan ambang batas calon presiden 20-25 persen.

Pria berkacamata ini menganggap jika kebijakan tersebut tidak bagus dilakukan di negara yang menganut sistem demokrasi. Bahkan Fadli curiga jika adanya keinginan sekolompok pendukung pemerintah untuk menghentikan Presidential Threshold tidak nol persen.

WAJIB BACA :  AHY Siap Nyapres Saingi Jokowi, PDIP Buka Suara!

Menurutnya tujuan utama dilakukannya hal tersebut ialah untuk menjegal Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2019.  Seperti diketahui jika Prabowo sepertinya nanti akan maju dalam Pilpres dua tahun mendatang untuk bersaing kembali dengan Jokowi.

‘Saya mengatakan jika hal itu dilakukan tak lain hanya untuk menjegal Pak Prabowo menjadi calon dan apa yang dilakukan melalui kebijakan ini pun tak masuk akal sama sekali’ ujar Fadli Zon.

Dia menuturkan jika memang Presidential Threshold ditetapkan partainya siap untuk menempuh jalur hukum. Upaya hukum akan ditempuh Partai Gerindra melalui Mahkamah Konstitusi (MK) dan partai berlambang kepala burung garuda ini secara konsisten menolak adanya kebijakan Presidential Threshold. Hal tersebut tentunya karena berkaitan dengan pemilu yang sudah diputuskan oleh MK akan digelar tahun 2019 mendatang.

baca juga : Muncul Video Hot Youtube Tampilkan Adegan Senonoh Sejoli di Atas Motor!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here