Pelaku Bullying di Thamrin Kena Rehabilitasi Selama 3 Bulan!

0
337
Pelaku Bullying Thamrin City
Copyright©youtube

Pelaku Bullying di Thamrin Kena Rehabilitasi Selama 3 Bulan!

Indowarta.com– Ada sembilan anak yang telah diduga melakukan Bullying terhadap serang siswa sekolah dasar di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat direhabilitasi selama tiga bulan di dalam panti milik Kementerian Sosial.

baca juga : Berita Terkini: Inilah Pelaku Bullying di Kampus Gunadarma yang Videonya Viral!

Wakil Kepala Kepolisian Sektor Metro Tanah Abang, Komisaris Eko Prasetyo di Mapolsek Metro Tanah Abang, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat ada hari Selasa 18 Juli 2017 telah mengatakan “Malam ini 9 anak tersebut akan langsung dibawah ke fasilitasi yang berada di Jakarta Timur”.

Tempat yang telah dipersiapkan oleh Kementerian Sosial itu memiliki fasilitas yang sangatlah lengkap. Bentuknya pun sama seperti asrama yang punya kelengkapan seperti sekolah umum. Eko mengatakan “Mereka menjalani rehabilitasi di sana selama 3 bulan”.

Pelaku Bullying Thamrin City
Copyright©youtube

Eko Prastyo sendiri telah mengatakan bahwa pihaknya telah merangkul semua pihak untuk tindak pidana yang melibatkan anak-anak. Untuk kasus bullying di Thamrin City ini telah menjalin kerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Eko mengatakan “Dalam proses pengambilan keputusan ada namanya kesepakatan untuk masa depan anak-anak ini”.

baca juga : Berita Terkini: 9 Pelaku Bullying di Thamrin City Dikeluarkan Dari Sekolah, KJP Dilepas!

Eko sendiri telah menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan dan juga diversi ini adalah suatu metode untuk bisa menyelesaikan perkara pidana yang pelakunya adalah anak-anak. Kedua proses ini baik pengambilan keputusan maupun diversi ini adalah proses yang resporatif justice yakni kasus anak-anak diselesaikan pidananya di luar pengadilan.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yakni Sopan Andrianto telah mengatakan bahwa Kartu Jakarta Pintar (KJP) pelaku bullying ini telah dicabut. Menurut Sopan, pencabutan dari KJP ini sesuai dengan instruksi dari Gubernur Nomor 16 tahun 2015. Di dalam peraturan tersebut telah disebutkan bahwa mereka yang telah terlibat dengan tawuran dan bullying akan dipecat dari sekolah.

Sopan juga mengatakan bahwa kejadian ini merupakan momentum bersama untuk bisa memantau kondisi pendidikan. Tidak hanya itu saja, sekolah, orang tua dan juga masyarakat ini harus juga ikut bertanggung jawab. Terlebih lagi kejadian bullying ini telah terjadi di jam sekolah.

baca juga : 

Walau Sudah Minta Maaf, Pelaku Bullying Di Gunadarma tetap Dikenai Sanksi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here