Usai Telegram, Kemkominfo Siap Panggil FB dan Kawan Kawannya!

0
330
Kemkominfo
Copyright©liputan6

Usai Telegram, Kemkominfo Siap Panggil FB dan Kawan Kawannya!

Indowarta.com– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga akan berencana untuk memanggil penyedia layanan sejenis seperti Fb, Google, Whatsapp hingga Twitter juga setelah melakukan pemblokiran terhadap Telegram.

Dirjen Aplikasi Informatika Komkominfo yakni Samuel A Pangerapan ini mengatakan bahwa rencana pemanggilan ini tidak lain untuk meminta komitmen dari mereka untuk bisa menangani penyebaran radikalisme dan juga terorisme.

Semuel ditemui di kantor Kemkominfo, di Jakarta pada hari Senin 17 Juli 2017 telah mengatakan “Kami ingin meminta komitmen penuh mereka untuk membantu kami menangani hal ini. Kalau tidak, kami akan melakukan hal yang sama dengan melakukan pemblokiran (layanan),”.

WAJIB BACA :  Viral di FB, Wanita Pengendara Motor Nekat Tabrak Polisi Saat Kabur Karena Razia!
telegram
Copyright©sisi dunia po

Menurut Samuel, perusahaan yang merupakan penyedia layanan over the top (OTT) yang telah menjalankan bisnisnya di Indonesia ini sudah sepatutnya untuk ikut berkerjasama di dalam menanggulangi konten yang bertentangan dengan Tanah Air. Terkait dengan pemblokiran situs web Telegram ini semenjak hari Jumat telah memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Telah diakui bahwa terdapat miskominikasi antara Kemkominfo dengan Telegram.

Hal ini karena sang pendiri dan CEO Telegram yakni Pavel Durv ini tidak mengetahui pemerintah Indonesia mengirimkan surat pemberitahuan untuk melakukan pemblokiran terhadap situs web Telegram. Sementara itu menurut Kemkominfo, sudah enam kali surat dikirimkan terhitung semenjak bulan Maret Hinga Juli. Namun surat itu tidak mendapatkan tanggapan.

WAJIB BACA :  Saat Presiden Jokowi Sebut Lindswell Kwok Ratu Wushu Asia Tenggara Di FB!

Pada kesempatan yang sama juga Deputi II Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT yakni Arief Dharmawan ini telah menambahkan bahwa penting bagi penyedia OTT untuk bisa memenuhi persayaratan sesuai dengan aturan yang tengah berlaku di Indonesia. Dengan seperti ini, koordinasi bisa dilakukan lebih mudah apabila hal semacam ini terjadi.

Arief mengatakan “Semisal Facebook ada masalah, koordinasi lebih mudah karena ada kantornya di sini, ada perwakilannya juga. Hal itu sangat efektif”. Kini Kominfo telah mengamankan sebanyak 17 ribu halaman percakapan. Sementara itu mengenai Telegram ini yang memuat konten radikalisme hingga terorisme pada saat ini sedang dalam proses.

baca juga : 

Saat Pemblokiran Telegram Dinilai Tak Begitu Efektif!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here