Rencana Pembunuhan Ahok Lewat Telegram yang Berhasil Diendus Petugas!

0
1752
Telegram
Copyright©riauaktual

Rencana Pembunuhan Ahok Lewat Telegram yang Berhasil Diendus Petugas!

Indowarta.com – Aplikasi pesan singkat atau Telegram kini sudah tak bisa lagi digunakan di Indonesia karena pemerintah sudah menghapusnya. Jelang akhir pekan lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) secara resmi melakukan pemblokiran pada situs web yang satu ini.

Pemblokiran Telegram ini dilakukan pemerintah terkait beredarnya konten radikalisme dan terorisme di aplikasi tersebut. Jika melihat dari data yang ada sejak tahun 2015 hingga 2017 sejumlah teroris selalu menggunakan telegram untuk sarana komunikasi mereka. Mereka akan berkomunikasi terkait rencanan hingga sasaran penyerangan.

Mengenai pernyataan ini juga disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan. ‘Data yang terlihat dalam kasus terorisme sejak tahun 2015 sampai 2017 seluruh pelaku menggunakan Telegram untuk komunikasi’ ujarnya saat ditemui di kantor Kemkominfo, Jakarta pada senin, 17 Juli 2017.

Tak hanya itu Sammy panggilan akrab pria ini juga mengungkapkan sejumlah serentetan aksi teror yang dilakukan dengan jalur komunikasi menggunakan Telegram. Dari sekian banyak catatan aksi teror dengan aplikasi pesan singkat ini ternyata salah satunya merencanaan pembunuhan kepada Basuki Thahaja Purnama alias Ahok.

Telegram
Copyright©liputan6

Dalam web telegram saat itu ditemukan aksi rencana bom mobil tempat ibadah dan pembunuhan Ahok pada tanggal 23 Desember 2015. Kemudian ada lagi penyerangan senjata api di Jalan M.H Thamrin di Jakarta pada 14 Januari 2016 dan aksi bom kampung Melayu di Jakarta pada tanggal 27 Februari 2017.

Melihat sejumlah kejadian tersebut pemerintah Indonesia melalui Koemkominfo melakukan tindakan tegas dengan memblokir situs web Telegram sejak Jumat, 14 Juli 2017. Kemkonifo sendiri menjelaskan jika alasan dilakukan pemblokiran ini untuk mencegah teroris merencanakan aksi mereka di Indonesia.

Pasalnya sebelum diblokir telah dilakukan pengecekan oleh Kemenkominfo pada Telegram dan hasilnya menunjukan jika aplikasi ini sering dimanfaatkan para teroris untuk menyebarkan propaganda radikalisme hingga paham radikalisme. ‘Pemblokitran ini menjadi peringatan keras demi menjaga kemana serta keutuhan NKRI’ ujarnya.

Pemblokiran situs Telegram ini sendiri dinilai lebih mudah dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Pasalnya aplikasi pesan instan ini bisa diblokir melaui Domain Name Sistem (DNS). Dan dipastikan saat ini telegram tak bisa lagi digunakan atau dibuka di Indonesia.

baca juga : Cerita Dibalik Pemblokiran Telegram di Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here