Menolak Mundur Dari Ketua DPR, Apa Maksudnya Setya Novanto?

0
472
Setya Novanto
Copyright©indoberita

Menolak Mundur Dari Ketua DPR, Apa Maksudnya Setya Novanto?

Indowarta.com – Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto kini telah ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Namun meskipun sudah ditetapkan menjadi tersngka dikabarkan Novanto enggan mundur dari jabatannya.

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris ikut berkomentar terkait pernyataan tersebut. Dia mengkritik sikap Setya Novanto yang tak ingin mundur dari jabatajnya tersebut yakni dengan mengatakan setelah penetapan tersangka tersebut harusnya Novanto langsung mundur dari jabatannya.

‘Kalau menurut saya jika sudah ditetapkan menjadi seorang tersangka, pada saat itu pula harus mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR serta Ketua Umum Partai Golkar’ ujarnya saat ditemui di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat pada Rabu, 19 Juli 2017.

WAJIB BACA :  Hakim Cepi Diperiksa MA Soal Vonis Praperadilan Setya Novanto!

Syamsuddin juga menambahkan jika penolakan mundur dari jabatan yang dilakukan oleh Novanto ini akan membawa dampak yang tidak baik. Menurutnya dampak tersebut juga akan dirasakan oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Setya Novanto
Copyright©civilis

‘Jika Novanto tidak mundur akan menambah beban, Beban itu akan disandang Jokowi-JK sebagai pimpinan pemerintahan’ sambungnya.

Sementara itu Syamsuddin juga merasa heran terkait pernyataan Partai Golkar yang akan tetap mendukung Jokowi-JK meskipun Setya Novanto sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dia mengatakan jika peryataan tersebut tak ada hubungannya sama sekali. Justru dia menilia jika sikap Golkar tersebut juga akan berpengaruh buruk kedepannya.

Sikap dari partai berlambang pohon beringin itu dianggap akan membawa pengaruh pada tibgkat elektabilitas partai. Elektabilitas itu sendiri juga ada kaitannya dengan pemilihan umun temasuk pemilihan umum kepalada daerah tahun depan dan pemilihan presiden dua tahun mendatang.

WAJIB BACA :  Hakim Cepi Diperiksa MA Soal Vonis Praperadilan Setya Novanto!

Pernyatan tresebut akan berdampak buruk pada elektabilitas Golkar. Elektabilitas berkaitan dengan Pilkada 2018 maupun Pilpres 2019’ tutup Syamsuddin.

Sementara itu seruan mundur Setya Novanto telah diberikan kepada sejumlah pihak. Seperti seruan yang datang dari sejumlah fraksi yang mendesak agar Novanto segera mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan lembaga legislatif yakni Ketua DPR.

Penentapan Novanto menjadi tersangka sendiri telah diumumkan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo pada Senin, 17 Juli 2017. Orang nomer satu di DPR RI tersebut diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek penggandaan E-KTP yang telah merugikan negara hingga 2,3 triliun.

baca juga : Berapa Sih Jatah Setya Novanto Dalam Kasus Korupsi E KTP!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here