Bagaimana Nasib Setya Novanto Usai Ditetapkan Jadi Tersangka?

0
513
Copyright ©Merdeka

Bagaimana Nasib Setya Novanto Usai Ditetapkan Jadi Tersangka?

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan nama tersangka baru terkait kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau E KTP, pada Senin 17 Juli 2017 lalu. tersangka baru itu adalah pimpinan tertinggi di DPR, Setya Novanto.

Penetapan Novanto sebagai tersangka baru dalam kasus E KTP itu didasarkan pada hasil gelar perkara yang telah dilakukan oleh penyidik KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penetapan tersangka sudah dilakukan dengan bukti permulaan yang dirasa cukup.

Mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR itu diduga telah menguntungkan diri sendiri atau korporasi. Seperti yang telah diketahui, nama Novanto sendiri beberapa kali disebut dalam persidangan E KTP di pengadilan Tipikor Jakarta.

WAJIB BACA :  Pembangunan Apartemen Untuk DPR Akhirnya Dibatalkan!

Pertama kali nama Setya Novanto disebutkan dalam pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa yang merupakan mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto pada 9 Maret 2017 lalu.

Dalam dakwaan yang dibacakan, jaksa menyebut sebanyak 49 persen atau Rp 2,5 triliun uang pengadaan E KTP dibagi-bagikan kepada pejabat Kemendagri, anggota Komisi II DPR, Badan Anggaran DPR, hingga pimpinan Fraksi.

Setya Novanto
Copyright ©Tempo

Diduga Setya Novanto dan tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong menerima jatah sebesar 11 persen atau Rp 574 miliar. Menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka, politikus asal Jawa Barat itu menghormati langkah KPK.

Namun ia membantah tegas tudingan yang menyatakan dirinya telah menerima fee E KTP sebesar Rp 574 miliar bersama Andi Narogong. Menurutnya, tudingan itu merupakan bentuk kezaliman.

WAJIB BACA :  Pembangunan Apartemen Untuk DPR Akhirnya Dibatalkan!

“Saya sebagai manusia biasa. Yang saya lihat disebut terima Rp 574 miliar mohon disebutkan saya tidak menerima. Uang Rp 574 miliar itu banyak, bagaimana wujudnya, transfernya. Ini kezaliman kepada saya,” ujarnya.

Perkara dugan mega korupsi E KTP memang bukan perkara yang biasa. Selain dugaan kerugian negara yang besar lantaran mencapai Rp 2,3 triliun, juga terdapat beberapa nama besar yang terseret dalam kasus ini.

Ada elite politikus dari Sembilan partai politik yang disubut jaksa dalam dakwaan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto. Kemudian, dari pihak swasta dan pihak eksekutif pemerintah. Namun para elite politikus itu beramai-ramai membantahnya.

Baca Juga Harapan KPK Menjelang Vonis Kasus E KTP!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here