KPK Tetapkan Markus Nari Sebagai Tersangka Kasus Korupsi E KTP!

0
349
Markus Nari
Copyright©sulselsatu

KPK Tetapkan Markus Nari Sebagai Tersangka Kasus Korupsi E KTP!

Indowarta.com – Anggota Komisi II DPR RI, Markus Nari ikut ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Dengan penetapan Markus dalam pusaran kasus E-KTP ini total sudah lima tersangka yang berhasil dijerat oleh KPK.

Rincian kelima tersangka tersebut yakni 2 orang dari klaster pemerintahan, 1 orang dari klaster swasta dan 2 orang terakhir dari klaster DPR. Selain Markus Nari tersangka lain juga telah ditetapkan yang juga berasal dari Klaster DPR yakni pimpinan DPR Setya Novanto.

Pengumuman penetapan Ketua DPR sekaigus Ketua Umum Partai Golkar ini dilakukan 2 hari sebelum ditetapakannya Markus Nari. Lembaga antirasuah yang menangani kasus ini sendiri sudah menjelaskan sejak awal jika ada 3 klaster yang terlibat dlaam kasus korupsi E-KTP yakni pemerintah, swasta dan DPR.

WAJIB BACA :  Anas Urbaningrum Kembali Dihadirkan dalam Sidang E KTP Oleh Jaksa KPK!

Sedangkan Markus Nari sendiri ditetapkan menjadi tersangka karena diduga telah menerima uang dari proyek E-KTP  untuk memuluskan pembahasan anggaran E-KTP di DPR. Namun KPK mengatakan jika pembahasan anggaran ini keputusan tak hanya diambil oleh Markus saja karena dirinya hanya sebagai anggota Komisis II DPR RI.

Markus Nari
Copyright©detik

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pembahasan anggaran proyek E-KTP ini melibatkan banyak pihak dan uang fee pun juga diberikan kepada masing-masing. ‘Dia (Markus Nari) memiliki peran untuk memuluskan anggaran. Tapi pembahasan pastinya dilakukan oleh banyak orang dan juga terkait pembagian komisi’ ujarnya saat ditemui di Gedung KPK pada Rabu malam 19 Juli 2017.

WAJIB BACA :  Anas Urbaningrum Kembali Dihadirkan dalam Sidang E KTP Oleh Jaksa KPK!

Febri menambahkan jika sejumlah anggota DPR telah mengaku menerima uang komisi tersebut ketika bersaksi dalam pesidangan terdakwa Imran dan Sugiharto. Akan tetapi mereka sudah mengembalikannya ke KPK dan hal itu sendiri bukan berarti akan menghilangkan indikasi tindak pidana korupsi yang telah dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh Jafar Hafsah (mantan Ketua Frksi Demokrat) yang mengaku mendapat uang dari proyek E-KTP saat itu. Dia mengaku mendapatkan uang dari M Nazaruddin hampir Rp 1 miliyar dan uang itu dikembalikannya ke KPK.

Semenatar itu Markus Nari merupakan tersangka terakhir yang ditetapkan KPK sebelum dilakukannya sidang kedua Kasus E-KTP. Pihak KPK sendiri kini tengah mengurai lebih lanjut peran Markus terkait anggaran tersebut dan itu dilakukan guna mengetahui pihak-pihak lain yang diduga ikut melakukan korupsi.

baca juga : Harapan KPK Menjelang Vonis Kasus E KTP!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here