Gerindra Persiapkan Uji Materi Bila Presidential Treshold Tak Dihapus!

0
504
Presidential Treshold
Copyright©nasional kompas

Gerindra Persiapkan Uji Materi Bila Presidential Treshold Tak Dihapus!

Indowarta.com – Kali ini Rancangan Undnag-Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu) masih menimbulkan perdebatan sejumlah pihak. Salah satunya dari Partai Gerindra yang mengaku akan mengajukan uji materi jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan opsi Presidential Treshold.

Gerindra akan melayangkan uji materi tersebut jika Presidential Treshold diputuskan sebesar 20 persen kursi atau 25 persen suara. Mengenai pernyataan ini juga disampaikan oleh Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafi’i.

Dia mengatakan jika penghapusan ambang batas pemilihan presiden ini merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar. Syafi’i menuturkan hal tersebut sebenarnya ialah keputusan yang mengacu kepada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Pemilu serentak.

WAJIB BACA :  Prabowo Maju Capres, Gerindra Sebut Tak Ada Regenerasi!

Menurutnya Presidential Treshold tidak bisa digunakan karena Pileg 2018 dan Pilpres 2019 akan dilakukan secara serentak. ‘Pilpres dan Pileg sendiri akan dilakukan secara serentak. Jadi kalau digunakan Presidential Treshold jelas tidak mungkin karena sudah pernah digunakan pada Pipres 2014 lalu’ ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis, 20 Juli 2017.

 Presidential Treshold
Copyright©nasional kompas

Sementara Presidential Treshold rencanaya akan diterapakan dengan opsi 20 persen kursi DPR dan 25 persen suara yang menang dipilih mayoritas DPR. Maka dari itu Syafi’i menuturkan akan mengambil tindakan jika itu benar dilakukan. Menurutnya jalan satu-satunya jika ini benar terjadi yakni dengan uji materi dan partainya sudah menyiapkan uji materi ke MK.

WAJIB BACA :  Prabowo Maju Capres, Gerindra Sebut Tak Ada Regenerasi!

‘Sebenaranya tadi juga sudah ditantang terkait keputusan Presidential Treshold ini. Kalau memang memakai Peraturan Pengganti Undang-Undnag (Perppu) juga tak apa. Dan jangan disini, kita lihat di MK saja nanti jika ini benar ada’ ujarnya.

Semenatra itu pengambilan keputusan RUU Pemilu sendiri tadi malam tepatnya Kamis, 20 Juli 2017 dilakukan. Pengambilan keputusan yang dihadiri oleh seluruh Fraksi DPR serta jajaran pimpinan DPR dan Pemerintah itu cukup alot.

Pada rapat paripurna DPR tersebut empat fraksi menyatakan keinginan Presidential Treshold nol persen berbeda dengan fraksi yang lain. Akhirnya keempat fraksi tersebut yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat menyatakan keluar (walk out) dari ruang sidang serta tak menyumbangkan suaranya.

WAJIB BACA :  Prabowo Maju Capres, Gerindra Sebut Tak Ada Regenerasi!

Sebelum rapat dimulai Syafi’I sendiri sudah mengungkapkan jika Partai Gerindra siap keluar dari ruangan sidang jika keputusan tak sesuai dengan harapan partai. Ia mengatakan itu merupakan sikap tegas partainya dan Partai Gerindra sendiri tak akan bertanggung jawab jika diputuskan penerapan ambang batas pemilihan presiden 20 persen dan 25 persen nantinya.

Baca Juga : Presidential Threshold Adalah Skenario Untuk Jegal Prabowo di Pilpres 2019?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here