PAN Siap Terima Presidential Threshold, Tapi . .

0
505
anggota komisi II F-PAN
Copyright ©Kompas

PAN Siap Terima Presidential Threshold, Tapi . .

Indowarta.com – Satu isu yang masih membuat PAN hingga kini belum bergabung ke opsi pemerintah dan PDIP cs yakni metode konversi suara. Fraksi PAN ingin metode konversi suara di kuota hare. Hal itu diungkapkan oleh Sektretaris Fraksi PAN Yandri Susanto.

“Kalau rangking komposisi suara, kalau nggak ada di 20, kami cari yang ada kuota hare-nya,” ujarnya.

Itu artinya PAN siap Presidential Threshold 20 persen asalkan dengan metode kuota hare. Uota hare merupakan metode konversi suara menjadi kursi. Ada dua tahap, yang pertama adalah menentukan harga satu kursi dalam satu daerahpemilihan dengan menggunakan rumus vote per seat.

Baca Juga Prabowo Hingga Ibas Kumpul di Rumah Ketua Umum PAN, Ngapain?

Kedua, yakni dengan menghitung jumlah perolehan kursi masing-masing partai politik dalahj satu daerah pemilihan dengan cara jumlah perolehan suara partai di satu dapil dibagi dengan hasil hitung harga satu kursi.

PAN mengatakan hingga saat ini belum menentukan sikapa apakah akan memilih paket A atau C. secaraPribvadi Yandri cenderung menginginkan paket B.

RUU Pemilu
Copyright ©Kompas

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu mengatakan hasil lobi di dalam tinggal mengerucut pada dua isu saja, yakni Presidential Threshold dan metode konversi suara. Setelah lobi kali ini, Tandri akan melapor kepada ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Seperti yang telah diketahui, perwakilah lintas fraksinkembali menggelas lobi RUU Pemilu pukul 19.30 WIB. adapun kelima paket yuang belum diputuskan meliputi.

Baca Juga Berita Terkini: Peluang Jokowi Vs Prabowo di Pilpres 2019 Menurut Golkar!

Paket A

  1. Presidential Threshold: 20 hingga 25 persen
  2. Parliamentary Threshold: 4 persen
  3. Sistem Pemilu: terbuka
  4. Dapil magnitude DPR: 3-10
  5. Metode konversi suara: Sainte lague murni

Paket B

  1. Presidential Threshold: 0 persen
  2. Parliamentary Threshold: 4 persen
  3. Sistem Pemilu: terbuka
  4. Dapil magnitude DPR: 3-10
  5. Metode konversi suara: kuota hare

Paket C

  1. Presidential Threshold: 10-15 persen
  2. Parliamentary Threshold: 4 persen
  3. Sistem Pemilu: terbuka
  4. Dapil magnitude DPR: 3-10
  5. Metode konversi suara: kuota hare

Paket D

  1. Presidential Threshold: 10-15 persen
  2. Parliamentary Threshold: 5 persen
  3. Sistem Pemilu: terbuka
  4. Dapil magnitude DPR: 3-8
  5. Metode konversi suara: sainte lague murni

Paket E

  1. Presidential Threshold: 20-25 persen
  2. Parliamentary Threshold: 3,5 persen
  3. Sistem Pemilu: terbuka
  4. Dapil magnitude DPR: 3-10
  5. Metode konversi suara: kuota hare

Baca Juga Kenapa RUU Pemilu Masih Buntu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here