Penjelasan Polri Soal Ancaman Pembunuhan Ahok Melalui Telegram!

0
1411
telegram
Copyright©tirto

Penjelasan Polri Soal Ancaman Pembunuhan Ahok Melalui Telegram!

Indowarta.com– Pemerintah telah secara resmi memblokir aplikasi Telegram. Salah satu penyebab dari diblokirnya aplikasi ini adalah maraknya pembicaraan mengenai aksi teror. Tidak hanya itus aja, juga telah terungkap adanya rencana untuk membunuh mantan Gubernur DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

baca juga : Rencana Pembunuhan Ahok Lewat Telegram yang Berhasil Diendus Petugas!

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengaku bahwa dirinya masih belum mengetahui hal tersebut. Rikwanto singkat, di kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Rabu 19 Juli 2017 mengatakan “Belum ada informasi soal itu masuk ke saya”.

Sebelumnya, Kementerian Kominikasi dan Informatika (Kemkominfo) ini telah secara resmi melakukan pemblokiran terhadap situs perpesanan Telegram di Indonesia. Hal ini dilakukan terkait dengan konten radilaklisme dan juga terorisme.

Telegram
Copyright©duniaku network

Berdasarkan dari data yang sudah didapatan semenjak tahun 2015 hingga tahun 2017 ini, teroris sudah menggunakan Telegram sebagai sarana untuk melakukan komunikasi. Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan, di kantor Kemkominfo, di Jakarta pada hari Senin 17 Juli 2017 malam hari telah mengatakan “Data kasus terorisme yang terjadi sejak 2015-2017, seluruh pelaku menggunakan Telegram untuk berkomunikasi. Hanya dua kasus yang tidak (pakai Telegram),”.

baca juga : Sudah Lakukan Perundingan dengan Kemenkominfo, Telegram Akan Segera Dibuka Kembali!

Dari catatan yang sudah didapatkan tersebut, beberapa diantaranya termasuk mengenai pembahasan aksi rencana bom mobil di tempat ibadah dan pembunuhan Ahok pada tanggal 23 Desember 2015 yang lalu. Selain itu ada juga aksi bom dan penyerangan senjata api di jalan MH. Thamrin, Jakarta yang telah terjadi pada tanggal 14 Januari 2016 yang lalu. Tidak ketinggalan juga mengenai aksi bom di Kampung Melayu di Jakarta pada tanggal 27 Februari 2017.

Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan telah mengatakan bahwa Pemblokiran Telegram ini merupakan peringatan keras untuk bisa menjaga dan juga menegakkan kedaulatan negara. Lalu Direktur Keamanan Informasi Kemkominfo Aidil Chendramata menambahkan bahwa pemblokiran Telegram ini dinilai lebih mudah dari pada aplikasi karena situs web ini bisa di blokir melalui Domain Name System (DNS).

baca juga : 

Usai Telegram, Kemkominfo Siap Panggil FB dan Kawan Kawannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here