KPK Peringati Tragedi 100 Hari Novel Baswedan Diserang Air Keras!

0
402
Copyright ©Merdeka

KPK Peringati Tragedi 100 Hari Novel Baswedan Diserang Air Keras!

Indowarta.com – Terdapat hal yang tak biasa di Gedung KPK di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis 20 Juli 2017 kemarin. Pasalnya seluruh jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Hal ini berlangsung dalam acara doa bersama mempringati 100 hari pasca tragedyipenyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Bahkan pihak keluarga Novel pun tampak hadir dan memberikan sambutan terkait insiden yang menimpa Novel. Diantaranya istri Novel, Rina Emilda yang mengampaikan tiga hal.

Pertama, Rina mengucapkan terima kasih terhadap Presiden Jokowi dan pimpinan KPK, yang telah membantu biaya pengobatan sang suami selama menjalani perawatan di Singapura. Selain itu ia berharap rakyat Indonesia untuk mendoakan agar suaminya segera sembuh.

Baca Juga Banyak Bukti Banyak Saksi, Kenapa Kasus Novel Baswedan Tak Selesai Selama 2 Bulan Penyelidikan?

Kedua, Rina mengingatkan, ada perintah Presiden Jokowi yang belum dilaksanakan, yakni mengungkap tuntas pelaku penyerangan terhadap suaminya.

Copyright ©CNN indonesia

Ketiga, ia meminta presiden mendukung dan memberikan perhatian dengan mendesak pihak-pihak yang bertugas untuk mengungkapk kasus penyerangan Novel Baswedan. Dengan begitu nantinya Novel dapat bekerja dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, KPK berjanji akan tuntas terkait insiden penyiraman air keras dengan mengungkap pelaku penyerangan. KPK juga akan lebih waspada dan semakin semangat untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah, kondisi Novel Baswedan sendiri sudah menunjukkan perbaikan. Kendati demikian, ada beberapa fungsi organ mata yang beum sembuh sempurna dan membutuhkan pengobatan hingga tindakan operasi.

Baca Juga Berita Terkini: Ada Aktor Intelektual Dibalik Penyerangan Novel Baswedan, Siapa?

Sementara itu Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, tiga sketsa wajah terduga pelaku penyerangan Novel telah dibuat. Sketsa itu juga telah diserahkan ke penyidik Polda Metro Jaya dan KPK. Hingga saat ini Polda Metro Jaya masih mendalami tiga sketsa terduga pelaku penyiraman air keras.

Seperti yang telah diketahui, Novel Baswedan disiram menggunakan air keras oleh orang yang tak dikenal usai menjalankan shalat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017 lalu. Akibatnya ia mendapatkan luka parah pada kedua matanya.

Sempat menjalani perawatan di Indonesia, Novel akhirnya dilarikan ke salah satu rumah sakit di Singapura untuk mendaatkan perawatan intensif. Hingga kini pelaku penyerangan air keras itu belum terungkap.

Baca Juga Ada Jendral Polisi yang terlibat Dalam Kasus Novel Baswedan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here