Gerindra Pesimis SBY Akan Dukung Prabowo di Pilpres 2019!

0
9799
Gerindra
Copyright©riauandalas

Gerindra Pesimis SBY Akan Dukung Prabowo di Pilpres 2019!

Indowarta.com– Partai Gerindra ini mempunyai kekhawatiran akan gagalnya sang ketua Umum yakni Prabowo Subianto untuk kembali menjadi calon presiden di tahun 2019 nanti. Ditengah kekhawatiran itu pun telah muncul nama Ketua Umum Partai Demokrat  yakni Susilo Bambang Yudhoyono atau yang kerap disapa dengan nama SBY.

Arief Poyuno yang telah menjabat sebagai wakil ketua umum Gerindra ini pun telah membeberkan mengenai sulitnya partai Gerindra untuk memajukan calon presiden di Pilpres 2019 nanti bila presidential threshold (ambang batas capres) ini mencapai angka sebesar 20 hingga 25 persen. Syarat itu pun kini sudah disahkan di dalam UU Pemilu.

Untuk jumlah kursi di DPR ini sebanyak 20 persen, sedangkan untuk jumlah minimal perolehan suara nasional dalam Pemilu ini mencapai angka 25 persen. Apabila itu digabungkan dengan PKS  yang merupakan partai kolega terdekatnya, partai Gerindar masih tidak akan bisa mengusung calon di dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti.

Gerindra
Copyright©blogspot

Arief pada hari Jumat 21 Juli 2017 telah mengatakan “PKS nggak sampe 7%, hanya 5,5% kalau nggak salah. Gerindra 12%”. Kesempatan Gerindra untuk menjalin kerja sama ini hanya tinggal dengan PAN dan juga Demokrat saja. Hal ini karena diperkirakan bahwa sebanyak 6 partai seperti PDIP, PPP, Nasdem, Hanura dan juga PKB ini kemungkinan besar akan memberikan dukungannya kepada presiden Joko Widodo. Setidaknya sudah ada partai yang mendeklarasikan yakni Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura.

Arief mengatakan “PAN 7%, Demokrat 10%, nggak cukup juga itu kalau Demokrat dan PAN berdua aja. Kalau berempat berarti cukup tapi belum tentu sama. Bisa saja Pak Amien (sesepuh PAN Amien Rais) tidak satu platform”. Arief menyebutkan bahwa masih belum tentu juga nanti SBY akan setuju untuk mengusung Prabowo untuk menjadi calon presiden. Kalau Gerindra harga mati calon presidennya masih tetap Prabowo Subianto.

Arief juga telah mengakui bahwa adanya kebuntuan mengenai hubungan Prabowo dengan SBY. Dua tokoh besar ini dibilang memang sulit untuk dipersatukan.

baca juga : 

Kapolda Baru Idham Aziz Harus Terima Beban Kasus Novel Baswedan Sampai Habib Rizieq Shihab!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here