Lucunya Drama Rapat Paripurna Pengesahan UU Pemilu!

0
545
UU Pemilu
Copyright©nasional kompas

Lucunya Drama Rapat Paripurna Pengesahan UU Pemilu!

Indowarta.com – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang sudah direncanakan akhirnya sudah disahkan menjadi UU Pemilu. Ketukan palu yang dilakukan oleh Ketua DPR, Setya Novanto dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat, 21 Juli 2017 dini hari menjadi memutuskan hasil rapat.

Lamanya pembahasan UU Pemilu ini bukan berarti membuat keputusan dapat diambil dengan mudah dan lancar. Lobi berlangsung cukup lama serta drama politik dalam pengambilan keputusam ini berlangsung cukup alot dari masing-maisng fraksi DPR maupun dari pimpinan.

Menurut Lucius Karus selaku Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) menilai jika apa yang terjadi dalam rapat paripurna itu menunjukan gambaran umum DPR saat ini. ‘Mempunyai seribu masalah dan semuanya berkaitan dengan mengamankan kekuasaan. Selain itu juga berkaitan dengan mencari peluang dan salah satunya transaksi yang selau terjadi’ ujarnya saat dihubungi Jumat, 21 Juli 2017.

Lucius menambahan yakni dengan melihat anggota dewan yang datang lebih banyak dari rapat biasanya. Sebelum dilakukannya voting pengambilan keputusan terkait opsi ambang batas pecalonan presiden (Presidential Threshold) tercatat peserta yang hadir mencapai 539 anggota.

UU Pemilu
Copyright ©detik

Dalam rapat penentuan UU Pemilu ini hampir seluruh partai mewajibkan anggota fraksinya untuk hadir guna mengantisipasi dilakukannya voting. Bahkan ada yang menyebutkan jika anggota yang tidak hadir akan diberikan sanksi seperti pada Partai Hanura yang akan memberhentikan sebagai anggota DPR jika tak hadir.

Kemudian aksi lucu kedua yakni adanya aksi keluar ruangan persidangan atau Walk Out yang dilakuan oleh empat fraksi. Keempatnya yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Keempat partai memutuskan untuk Walk Out karena tidak setuju dengan ambang batas capres 20 persen dan 25 persen yang diusulkan pemerintah.

Lucius sendiri mengatakan jika kejadian dalam rapat putusan UU Pemilu adalah kejadian yang lucu. Dia mengatakan semacam itu karena empat fraksi yang menyatakan walk out seolah olah takut kalah dalam voting dan akan merasa malu. Menurutnya jika memang benar-benar berjuang seharusnya keempat fraksi itu sudah menunjukan sejak pembahasan di pansus dan tak menyatakan walk out saat rapat.

Kemudian yang terakhir sangking semangatnya parpol yang hadir seakan tak memeintingkan isu etnis yang seharusnya mendapat perhatian. Hal itu terlihat jika Setya Novanto yang berstatus sebagai tersangka kasus E-KTP memimpin dan memutuskan hasil sidang tersebut.

baca juga : Polemik UU Pemilu Tentang Presidential Treshold 20 Persen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here